Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYELENGGARA pemilu, pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI sepakat untuk mempersingkat durasi kampanye pada pemilihan umum (pemilu) 2024. Waktu pelaksanaan kampanye dibuat lebih singkat yakni 75 hari dibandingkan pemilu sebelumnya 6 bulan 3 minggu dengan alasan meminimalkan polarisasi di masyarakat akibat pilihan politik yang berbeda.
Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Nurlia Dian Paramita menilai polarisasi yang terjadi bukan karena durasi masa kampanye. Melainkan sistem sistem politik yang hanya melahirkan 2 pasangan calon presiden dan wakil presiden. Hal itu, yang ia nilai mempertajam perbedaan pilihan politik.
"Ini akibat aturan penerapan ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden (presidential threshold) 20% dari kursi DPR atau 25% dari suara sah secara nasional pada pemilu anggota DPR sebelumnya," ujar Paramita, atau biasa dipanggil Mita, melalui pesan, Sabtu (11/6).
Baca juga : Tahapan Pemilu Segera Dimulai, KPU Diminta Segera Tetapkan Peraturan Lain
Aturan main mengenai ambang pencalonan presiden belum diubah. Menurut masyarakat sipil, bisa saja hoaks, disinformasi, politik identitas dan penggunaan isu suku, ras, dan agama (SARA) terjadi pada pelaksanaan pemilu 2024.
Oleh karena itu, Mita mengatakan JPPR turut mendaftar menjadi pemantau pemilu. Mita menjelaskan, peran pemantau pemilu tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi melaksanakan pendidikan pemilih di era digital.
"Kami menyiapkan pemantau dari pengurus JPPR di 21 Provinsi atau sekitar 137 anggota dalam pengurusan yang saat ini sedang dibentuk. JPPR berupaya membentuk kepengurusan di 514 Kota/Kabupaten untuk pemantauan," terang Mita. (OL-7)
inDrive berupaya menjawab tantangan lonjakan permintaan penumpang di Bandung yang belum sepenuhnya diimbangi ketersediaan armada,
Kampanye #PlayMyWay dilakukan sepanjang 2025 dengan berbagai aktivitas yang merangkul berbagai pihak untuk menghadirkan pengalaman autentik.
Revisi UU Pemilu, pergeseran fokus dari sanksi pidana ke sanksi administratif yang dinilai lebih memberikan efek jera kepada peserta pemilu.
Kampanye di era digital menuntut kreativitas, komunikasi yang lebih terbuka, serta kemampuan membaca karakter pemilih.
BLP Beauty, merek kecantikan lokal yang didirikan oleh Lizzie Parra, bekerja sama dengan Du Anyam, sebuah kewirausahaan sosial yang berfokus pada pemberdayaan perempuan
WARGA Jakarta dikejutkan oleh pemandangan tidak biasa pada Jumat, (18/7). Tiga unit mobil sport supercar dengan desain visual mencolok, bersama tiga truk LED bergaya futuristik,
PEMBAHASAN Rancangan Undang-Undang tentang Pemilihan Umum (RUU Pemilu) kembali masuk Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2026.
Setelah melalui serangkaian persidangan sengketa informasi,Pengamat Kebijakan Publik, Bonatua Silalahi resmi menerima salinan dokumen ijazah mantan Presiden Jokowi tanpa sensor dari KPU.
Tanpa perubahan mendasar, parlemen berpotensi semakin dikuasai kelompok bermodal besar.
Taufan menyoroti persoalan ambang batas parlemen yang menurutnya menjadi isu penting dan membutuhkan kajian panjang serta komprehensif agar dapat ditentukan metode yang paling tepat.
KPU menegaskan akan menindaklanjuti putusan Majelis Komisioner Komisi Informasi Pusat (KIP) yang memerintahkan pembukaan dokumen ijazah jokowi dalam proses pencalonan Pemilu 2014 dan 2019.
Perludem menilai efisiensi anggaran seharusnya ditempuh melalui digitalisasi pemilu, penyederhanaan tahapan, serta rasionalisasi badan ad hoc.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved