Selasa 17 Mei 2022, 09:59 WIB

KPK Pastikan akan Panggil Pegawai Alfamidi Ambon Sebagai Tersangka

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
KPK Pastikan akan Panggil Pegawai Alfamidi Ambon Sebagai Tersangka

MI/ADAM DWI
Pekerja mengecat logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih, Jakarta.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan memanggil tersangka sekaligus karyawan Alfamidi Kota Ambon, Amri. Pemanggilan itu untuk mempertanggungjawabkan ulahnya di kasus dugaan suap terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail di Ambon pada 2020.

"Kami pastikan nanti yang bersangkutan akan kami panggil sebagai tersangka," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri, Selasa (17/5).

Ali belum bisa memerinci lebih lanjut waktu pemanggilan Amri. KPK berjanji bakal menginformasikan pemanggilan itu nanti.

Baca juga: Kasus Dugaan Korupsi Wali Kota Ambon, KPK Periksa Lima Saksi

Saat ini, pengumpulan bukti kasus suap ini masih dilakukan. Tim penyidik KPK sudah menjadwalkan pemanggilan saksi untuk menguatkan tudingan kepada para tersangka.

"Sejauh ini, tim penyidik masih fokus lengkapi pembuktian perkara tersangka RL (Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy) dan kawan-kawan lebih dahulu," ujar Ali.

Richard Louhenapessy ditetapkan tersangka kasus dugaan suap terkait persetujuan izin prinsip pembangunan cabang retail di Ambon pada 2020. Dia juga ditetapkan sebagai tersangka gratifikasi.

Dua pihak juga ditetapkan sebagai tersangka yakni, Staf Tata Usaha Pimpinan pada Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon Andrew Erin Hehanussa (AEH) dan karyawan Alfamidi Kota Ambon Amri (AR). Amri masih dinyatakan buron.

Richard diduga mematok Rp25 juta kepada Amri untuk menyetujui dan menerbitkan dokumen izin ritel. Dokumen itu berupa Surat Izin Tempat Usaha (SITU) dan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP).

Selain itu, Amri juga mengguyur Richard sebesar Rp500 juta. Fulus itu untuk penerbitan persetujuan prinsip pembangunan untuk 20 gerai usaha retail. Uang diberikan bertahap melalui Andrew.

KPK juga mengendus Richard menerima aliran sejumlah dana dari berbagai pihak sebagai gratifikasi. Namun, hal itu masih didalami lebih lanjut oleh tim penyidik KPK.

Amri disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sedangkan, Richard dan Andrew disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau huruf b atau pasal 11 dan pasal 12 B Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP. (OL-1)

Baca Juga

dok.ist

Masa Demo di PPP, Minta Komnas HAM Usut Penyerangannya Aksi

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 30 Juni 2022, 05:35 WIB
Front Kader Penyelamat Partai kembali menggeruduk kantor DPP PPP di Menteng, Jakarta...
Dok MI

Usut Tiga Kasus Korupsi, Kejagung "Bersih-bersih" Kementerian Perdagangan

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 29 Juni 2022, 23:44 WIB
Ia menilai, kasus-kasus di lingkungan Kemendag memang rentan berpotensi...
Antara

Kejagung Periksa Saksi PT Dini Nusa Kusuma Terkait Korupsi Satelit Kemenhan

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 29 Juni 2022, 23:41 WIB
Kerugian keuangan negara yang timbul dari perkara itu mencapai Rp500,579...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya