Kamis 28 April 2022, 10:25 WIB

KPK : Belum Temukan Keterlibatan Ganjar Pranowo di Kasus e-KTP

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
KPK : Belum Temukan Keterlibatan Ganjar Pranowo di Kasus e-KTP

dok.Ant
Ketua KPK Firli Bahuri

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan belum menemukan bukti keterlibatan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam kasus dugaan korupsi pengadaan e-KTP.

Menurut Ketua KPK Firli Bahuri, penyelidikan atau penyidikan terhadap seseorang yang diduga melakukan tindak pidana harus didukung dengan bukti-bukti yang cukup.

"Sampai hari ini kita belum menemukan ada bukti atau tidak. Gak boleh kita menetapkan seseorang menjadi tersangka tanpa ada bukti," ucap Firli dalam jumpa pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (28/4/2022).

Termasuk, lanjut Firli, apabila ada pihak yang diduga terlibat dalam suatu perkara namun alat bukti tersebut tidak kuat maka harus dihentikan.

"Misalnya ada seseorang yang diduga melakukan suatu peristiwa pidana kalau buktinya tidak ada harus kita hentikan. Begitu juga orang-orang yang disebut (Ganjar-red). Justru kalau kita menyebut seseorang tanpa bukti itu keliru, inilah yang namanya kepastian hukum dan juga kepastian keadilan," terang jenderal polisi bintang tiga yang sudah purnawirawan itu.

Lebih lanjut Firli menyampaikan bahwa lembaganya bekerja sesuai peraturan perundangan.

"Sampai hari ini tidak ada bukti yang mengatakan bahwa yang disebut tadi (Ganjar-red) melakukan suatu peristiwa pidana. Kalau ada kita bawa, tapi kan sampai hari ini tidak ada," tandasnya.

Diketahui, KPK menetapkan empat tersangka baru kasus korupsi proyek e-KTP pada Agustus 2019. Keempat tersangka itu, yakni mantan anggota Komisi II DPR Fraksi Partai Hanura Miryam S Haryani; Direktur Utama Perum Percetakan Negara RI (PNRI) sekaligus Ketua Konsorsium PNRI Isnu Edhi Wijaya; Ketua Tim Teknis Teknologi Informasi Penerapan KTP Husni Fahmi; dan Dirut PT Shandipala Arthaputra Paulus Tanos.

Penetapan keempat tersangka merupakan pengembangan dari perkara yang sama yang telah menjerat tujuh orang yang telah dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana korupsi atas proyek senilai Rp 5,9 triliun dengan kerugian negara diperkirakan mencapai Rp 2,3 triliun. (OL-13)

Baca Juga

MI/HO

BNPT Beri Pembekalan Antiradikalisme kepada Praja IPDN

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 04 Juli 2022, 17:37 WIB
Boy meminta praja IPDN untuk berhati-hati kepada dakwah atau kajian yang berkedok agama yang disisipi...
Dok.Antara

PPATK Endus Penyalahgunaan Dana Umat di ACT

👤Siti Yona Hukmana 🕔Senin 04 Juli 2022, 17:32 WIB
Di aplikasi Twitter. Tampak ACT menjadi trending topik. Ada 11,5 ribu netizen yang melakukan cuitan terkait Aksi Cepat...
Antara

Sisa Anggaran Pemilu 2022 belum Cair, KPU Kirim Surat ke Kemenkeu

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 04 Juli 2022, 17:31 WIB
Dari anggaran sebesar Rp8,06 triliun, pemerintah baru mengucurkan Rp2,4 triliun, atau kurang Rp5,6 triliun. Tambahan anggaran...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya