Headline
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Gibran duga alih fungsi lahan picu tanah longsor di Cisarua.
Kumpulan Berita DPR RI
BUPATI Bogor Ade Yasin resmi ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas kasus suap yang melibatkan pegawai Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Jawa Barat, Kamis (28/4).
Selain Bupati Ade Yasin, dari 12 yang ditangkap, ada 7 orang lainnya yang statusnya kini jadi tersangka. Tiga orang di antaranya adalah anak buah Ade, Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Bogor MA, Kasubdit Kas Daerah BPKAD Kabupaten Bogor IA, serta RT, BPK dari Dinas PUPR Kabupaten Bogor.
Sedangkan empat orang lainnya adalah dari BPK Perwakilan Jabar. Mereka masing-masing ATM, pegawai BPK perwakilan Jabar yang menjabat sebagai Kasub Auditor Jabar 3 Pengendali Teknis, AM, pegawai BPK Perwakilan Jabar, yang menjabat sebagai Ketua Tim Audit Intrim Kabupaten Bogor, HNRK, pegawai BPK perwakilan Jabar sebagai pemeriksa, dan GGTR, Pegawai BPK perwakilan Jabar, atau pemeriksa.
Baca juga: Ade Yasin Diduga Terlibat Suap Pengurusan Laporan Keuangan
Dalam konferensi pers yang digelar Kamis (28/4) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB, Ketua KPK Firli Bahuri menjelaskan peran Bupati Ade Yasin dan anak buahnya adalah sebagai pemberi suap dan empat orang dari BPK Perwakilan Jabar sebagai penerima suap.
KPK menahan kedelapan orang itu di beberapa tempat.
"Kedelapan tersangka dilakukan penahanan seama 20 hari terhitung sejak 27 April 2022 sampai dengan 16 Mei 2022," jelas Firli.
Tersangka Ade ditahan secara terpisah dengan ketiga anak buahnya. Ade ditahan di Rutan Polda Metro Jaya. Sementara MA dan IA ditahan di rutan KPK kav chat 1 dan RT ditahan di rutan Gedung Merah Putih.
Kemudian ATM ditahan di rutan KPK pada Pongdam Jaya Guntur, AM ditahan dirutan Gedung Merah Putih, HNRK ditahan di rutan KPK pada Pongdam Jaya, dan GGTR.
Sebelumnya, Selasa (26/4), tim KPK melakukan operasi tangkap tangan terhadap 12 orang di di beberapa tempat di wilayah Bandung dan beberapa tempat di wilayah Cibinong, Kabupaten Bogor.
Beserta ke-12 orang tersebut KPK juga menyita barang bukti berupa uang dengan total Rp 1 miliar, 24 juta. Rinciannya sebesar Rp 570 juta uang tunai dan uang pada rekening bank dengan jumlah sekitar Rp 454 juta. (OL-1)
PENYIDIK Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan intensif di Kantor dan Rumah Dinas Bupati Pati, Jawa Tengah, pada Kamis (22/1).
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengancam akan menjatuhkan sanksi tegas kepada pegawai pajak yang menyalahgunakan kewenangannya.
Komisi Pemberantasan Korupsi (Komisi Pemberantasan Korupsi) menggeledah rumah Wali Kota Madiun nonaktif Maidi dan orang kepercayaannya, Rochim Ruhdiyanto, di Madiun, Jawa Timur.
PASCAPENETAPAN status tersangka terhadap Bupati Pati Sudewo oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen langsung kunjungi Pati.
GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerbitkan surat perintah tentang penunjukan Wakil Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun.
Mahalnya biaya politik dalam pemilihan kepala daerah menjadi salah satu faktor utama maraknya korupsi di tingkat daerah. Kondisi itu lantas menciptakan kompensasi politik yang tidak sehat.
Naiknya tinggi muka air Bendung Katulampa ini terjadi sejak Kamis (22/1) siang. Hal tersebut bisa terjadi karena wilayah puncak Bogor diguyur hujan.
Korban adalah gurandil atau penambang emas tanpa ijin (PETI) yang menggali, mencari emas di sekitar area pertambangan milik Aneka Tambang (Antam) UBPE Pongkor.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Kabar yang menyebutkan adanya ledakan maupun ratusan orang terjebak di dalam lubang tambang. Menurut dia, informasi yang menyebut angka 700 korban berasal dari kesalahpahaman
Masyarakat diimbau waspada, terutama di wilayah Bogor yang diprediksi akan mengalami hujan lebat disertai potensi bencana hidrometeorologi.
Antam, sambung dia, memastikan bahwa tidak terdapat kejadian ledakan sebagaimana yang diinformasikan dalam konten yang beredar, serta tidak ada karyawan Antam
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved