Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir dinilai layak mencopot Arief Rosyid dari jabatan Komisaris Bank Syariah Indonesia (BSI). Kesalahan Arief dianggap fatal karena memalsukan tanda tangan Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Jusuf Kalla dan Sekjen DMI Imam Addaruqutni.
“Harusnya dicopot itu, harus diganti karena telah melakukan pelanggaran public civility namanya itu,” kata pengamat kebijakan publik dari Universitas Trisaksi Trubus Rahardiansyah kepada wartawan, Sabtu (2/4).
Menurut Trubus, tindakan Arief yang memalsukan tanda tangan merupakan perbuatan pelanggaran hukum. "Maka konsekuensi dan akibatnya harus diberhentikan,” ucap Trubus.
Baca juga: Pengangkatan Mayjen Untung sebagai Pangdam Jaya Digugat ke Pengadilan TUN
Trubus berharap kejadian tersebut menjadi momentum melakukan evaluasi menyeluruh tata kelola baik di DMI maupun BSI. Dia mendorong Erick Thohir ke depan meningkatkan pengawasan untuk memilih sosok-sosok yang memiliki integritas sebagai komisaris perusahaan pelat merah.
“Pengawasan itu harus ditingkatkan lagi untuk menempatkan orang-orang yang mempunyai integritas,” ujar Trubus.
Medcom.id mencoba mengonfirmasi langsung polemik ini ke Arief. Namun, hingga berita ini diturunkan belum ada respons dari Arief.
Dewan Masjid Indonesia (DMI) mengambil tindakan tegas memecat Ketua Departemen Ekonomi DMI Arief Rosyid. Dia dipecat lantaran memasulkan tanda tangan Ketua Umum DMI Jusuf Kalla dan Sekjen DMI H Imam Addaruqutni.
Arief yang menjabat sebagai Komisaris Bank Syariah Indonesia (BSI) itu memasulkan tanda tangan Ketum dan Sekjen DMI dalam sebuah surat terkait agenda Undangan Kick Off Festival Ramadhan kepada Wakil Presiden Ma’ruf Amin. Surat bernomor 060.III/SUP/PP-DMI/A/III/2022 berisi undangan kepada Ma'ruf untuk menghadiri Festival Ramadan serentak di seluruh Indonesia. Kegiatannya, berupa pameran UMKM, kuliner halal, buka puasa bersama, dan berbagai kegiatan selama sebulan penuh ramadan.
(Medcom.id/OL-6)
Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) menggelar ajang apresiasi Ciputra Golfpreneur Awards 2026 di Jakarta, Kamis (12/3).
Erick menyampaikan apresiasi terhadap komitmen Kemendikdasmen dalam mendorong pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik
VAP memberanikan diri membongkar trauma yang selama ini dipendamnya karena posisi terduga pelaku yang memiliki kuasa besar sebagai pelatih sekaligus ketua pengurus provinsi.
Proses naturalisasi pemain tidak lepas dari mekanisme yang melibatkan DPR. Karena itu, PSSI masih menunggu kepastian mengenai jadwal persidangan sebelum melangkah lebih jauh.
Menpora menyatakan dukungannya terhadap langkah FPTI yang mendampingi serta memfasilitasi lima atletnya.
Langkah konkret di sektor kepemudaan akan diwujudkan melalui "Youth Camp" yang menjadi wadah sinergi seluruh program kepemudaan antara pusat dan daerah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved