Sabtu 12 Maret 2022, 15:35 WIB

BPET MUI Sepakat dengan BNPT soal Ciri-Ciri Penceramah Radikal

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
BPET MUI Sepakat dengan BNPT soal Ciri-Ciri Penceramah Radikal

DOK.MI
Ilustrasi radikalisme

 

KETUA Badan Penanggulangan Ektremisme dan Terorisme Majelis Ulama Indonesia (BPET MUI) Muhammad Syauqillah menyebutkan ciri dan strategi penceramah radikal yang dilontarkan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bukanlah masalah yang perlu diperdebatkan.

Syauqillah menilai apa yang dilakukan BNPT telah sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya sebagai badan yang menanggulangi terorisme. "Apa yang disampaikan BNPT itu sudah sesuai dengan koridornya, ciri-ciri penceramah itu, saya sepakat dan faktanya memang demikian," kata Syauqillah seperti dilansir Antara di Jakarta, Jumat (11/3).

Menurut dia, sejatinya poin-poin yang dikemukakan BNPT terkait dengan lima ciri atau indikator penceramah radikal dalam konteks kajian radikalisme terorisme memang fakta dan datanya demikian.

Jika melihat dari lima poin yang dikemukakan BNPT, kata Syauqillah, intinya adalah bahwa apa pun yang menyalahi konsensus nasional, yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI, adalah radikal.

"Jadi, apa pun yang namanya separatis, khilafah, dan lain-lain kalau menyalahi konsensus Indonesia sebagai darul ahdi wa syahadah (negara berdasarkan kesepakatan), itu radikal," jelasnya.


Baca juga: BPIP dan Lemhannas Komitmen Perkuat Ideologi Pancasila


Dalam kesempatan yang sama, dia juga mengkritisi pihak-pihak yang masih mempermasalahkan dan tidak puas terhadap penyataan BNPT tersebut adalah sebagai pihak yang tidak memahami kontekstualisasi kronologis mencuatnya isu penceramah radikal.

"Karena kalau kita kembali pada kronologisnya, itu 'kan forum internal TNI/Polri. Wajar saja Presiden memberikan instruksi kepada lembaga di bawahnya. Pihak yang merasa kurang puas, mungkin tidak memahami kontekstualisasi kronologinya seperti apa," ungkap pria yang juga dosen Sekolah Kajian Stratejik dan Global UI.

Ia memandang perlu untuk memahami konteks radikal sebagai segala sesuatu yang menyalahi konstitusi, di antaranya anti terhadap Pancasila, anti terhadap NKRI, anti terhadap keberagaman, dan anti terhadap UUD 1945.

"Secara konsensus nasional kita sudah menyepakati Pancasila. Jika ada yang lain yang mempromosikan di luar kesepakatan dari konsensus nasional kita, itu radikal, di situ saja," tegasnya.

Ketua BPET MUI periode 2021—2025 ini juga merespons salah satu pengurus MUI yang menyebut kalau ciri penceramah radikal yang dilontarkan BNPT adalah sebuah blunder semata, bukan mewakili lembaga MUI secara keseluruhan.

"Saya kurang paham apakah pernyataan itu melekat personal atau tidak. Kalau pernyataan sikap dari MUI, seharusnya sudah melalui diskusi internal," katanya. (Ant/S-2)

 

Baca Juga

Antara

Jokowi Santuni Korban Jiwa Tragedi Kanjuruhan Rp50 Juta

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Senin 03 Oktober 2022, 18:48 WIB
Total korban jiwa tragedi Kanjuruhan di Malang adalah sebanyak 135...
Ist

Deolipa Laporkan WNA Belanda Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 03 Oktober 2022, 18:37 WIB
WNA Belanda berinisial ACC ke Polres Metro Jakarta Selatan dilaporkan atas dugaan pemalsuan dokumen administrasi...
Dok. Biro Pers Setpres

Soal Tragedi Kanjuruhan, Presiden: Investigasi Tuntas, Sanksi yang Bersalah

👤Andhika Prasetyo 🕔Senin 03 Oktober 2022, 18:22 WIB
Kepala Negara juga berpesan agar korban yang masih dirawat di rumah sakit mendapat penanganan yang maksimal. Sehingga, korban jiwa dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya