Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR terorisme Solahudin menyebut Indonesia saat ini berada di era terbaik dalam penanganan terorisme berkat strategi kolaboratif antara pendekatan yang halus dan tegas atau soft dan hard approach yang dijalankan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan Densus 88 Antiteror Polri. Ia mengatakan upaya penanggulangan terorisme di Indonesia memasuki babak baru yang dinilai paling efektif sepanjang sejarah.
“Saya merasa bahwa ini adalah era terbaik dalam penanggulangan terorisme Indonesia. Kenapa saya bilang ini era terbaik? Karena program soft approach menurut saya sangat berhasil,” kata Solahudin, melalui keterangannya, Rabu (9/7).
Keberhasilan soft approach, kata ia, tampak dari bubarnya organisasi Jemaah Islamiah (JI) yang selama ini dikenal sebagai kelompok paling berbahaya di kawasan. Solahudin menyatakan bahwa pembubaran JI bukan terjadi secara alami dari internal kelompok, melainkan merupakan hasil dari strategi deradikalisasi yang dijalankan oleh aparat.
“Jemaah Islamiah sebagai organisasi terorisme paling mematikan membubarkan diri. Membubarkan diri memang bisa sendiri? Tidak. Membubarkan diri itu hasil dari intervensi deradikalisasi yang dilakukan oleh Densus 88,” jelasnya.
Solahudin menyatakan strategi hard approach tetap dijalankan secara ketat oleh Densus 88, terutama dalam hal penindakan dan penegakan hukum terhadap jaringan teror yang masih aktif. Namun, keberlanjutan keamanan nasional dinilai sangat ditopang oleh upaya soft approach yang dilakukan oleh BNPT dan Densus 88 AT Polri beserta Kementerian Lembaga Terkait seperti pendampingan mantan narapidana terorisme (napiter), rehabilitasi psikososial, hingga reintegrasi ke masyarakat.
Solahudin memaparkan data bahwa dari sekitar 2.000 eks napiter yang telah menyelesaikan masa hukumannya, sekitar 69% kini sudah meninggalkan ideologi radikal dan bersikap kooperatif terhadap program pembinaan.
“Jadi kalau misalkan Anda katakan, ada harapan? Harapan sangat besar,” pungkasnya.
Selain menyasar para napiter, soft approach juga menyentuh kelompok-kelompok yang rentan terpapar paham ekstrem atau radikalisme, khususnya perempuan. BNPT secara aktif melibatkan perempuan dalam program pencegahan, mengingat meningkatnya peran perempuan dalam jaringan teror, baik sebagai simpatisan, pelaku, hingga fasilitator ideologi radikal dalam lingkup keluarga.
Melalui edukasi, pelatihan keterampilan, dan pendekatan berbasis komunitas, BNPT memberikan ruang bagi perempuan untuk menjadi agen perdamaian di lingkungannya. Pendekatan ini tidak hanya bersifat preventif, tetapi juga bertujuan untuk memutus rantai regenerasi ideologi kekerasan sejak dari lingkungan rumah.
Langkah ini sejalan dengan riset yang menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam membentengi keluarga dari pengaruh radikalisme, sekaligus menjadi target utama dalam propaganda kelompok ekstrem. Oleh karena itu, perlindungan terhadap kelompok ini menjadi pilar penting dalam strategi pencegahan jangka panjang.
"Dengan perpaduan pendekatan keras dan lunak yang semakin matang, serta perluasan sasaran deradikalisasi terhadap kelompok rentan seperti perempuan, Indonesia menunjukkan bahwa penanggulangan terorisme tidak hanya soal keamanan, tetapi juga soal kemanusiaan dan ketahanan sosial. Kolaborasi BNPT dan Densus 88 kini menjadi contoh konkret bagaimana strategi keamanan modern dijalankan dengan keseimbangan antara ketegasan dan empati," pungkasnya. (H-3)
Ia juga mengajak semua pihak untuk menghargai dan menghormati perbedaan. Sehingga, semua orang bisa saling hidup berdampingan.
Hambali kemudian ditahan di Guantanamo atas permintaan Amerika Serikat. Akan tetapi, perkara Hambali belum mendapat kepastian hukum karena belum diadili oleh penegak hukum setempat.
Pada eklarasi tersebut, sekitar 1.400 orang perwakilan mantan anggota Jamaah Islamiyah siap kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
POLISI Malaysia telah menangkap tujuh dari 20 orang yang diyakini sebagai anggota kelompok Jemaah Islamiyah (JI).
DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap seorang teroris jaringan Jamaah Islamiyah (JI) di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim).
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
Analis Kebijakan BNPT Haris Fatwa Dinal Maula, mengungkapkan bahwa ancaman terorisme dan radikalisme masih nyata di Indonesia sepanjang tahun 2025.
KEMENTERIAN Agama (Kemenag) mengajak semua pihak untuk ikut andil dalam mencegah penyebaran paham radikal dan intoleransi di masyarakat, khusunya kalangan muda.
Polri mengakui adanya anggota yang terpapar paham radikalisme. As SDM Polri Irjen Anwar menyebut sejumlah personel, termasuk polwan, sempat terpengaruh kelompok radikal
BNPT menemui adanya upaya sistematis kelompok berpaham radikal yang menyusup melalui gim online.
Narasi tandingan tentang nasionalisme dan kebhinekaan masih disajikan secara monoton. “Anak-anak tidak bisa menerima narasi kebangsaan yang membosankan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved