Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) berkomitmen perkuat nilai-nilai Pancasila dalam berkehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
BPIP dan Lemhannas juga akan menggandeng Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) untuk memperkokoh nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Kepala BPIP, Yudian Wahyudi mengatakan komitmen tersebut merupakan tindak lanjut dari Memorandum of Understanding yang sudah dilaksanakan sebelumnya, sehingga diharapkan program-program yang telah direncanakan dapat direalisasikan.
"Saya berharap MoU yang ditandatangani oleh Pak Wakil Kepala BPIP waktu itu saat menjadi Plt Kepala segara dilakukan," kata Yudian saat memberikan sambutan di depan rombongan Lemhannas saat melakukan kunjungam kerja ke kantor BPIP di Jakarta, Jumat (11/3).
Dalam kesempatan yang sama Wakil Kepala BPIP Hariyono menegaskan yang paling penting dalam kerja sama itu adalah menyamakan persepsi tentang materi ideologi Pancasila di kementerian atau lembaga pemerintah. Sehingga tidak ada lagi versi-versi lain atau tafsir yang beragam apalagi yang bertentangan.
"Salah satu isi dari MoU itu adalah upaya mempersatukan materi atau tafsir-tafsir tentang Pancasila yang ada di lemabaga pemerintahan sehingga tidak ada versi-versian soal Pancasila," tegasnya.
Ia menyebut masyarakat dan lembaga negara melihat Pancasila harus menjadi falsafah Dasar Negara, Ideologi Negara yang dikeluarkan oleh lembaga negara yaitu sinergitas antara BPIP, Lemhannas maupun MPR.
"Nah mudah mudahan dengan sinergitas ini posisi Pancasila sebagai falsafah bangsa tidak ada lagi tafsir-tafsir lain," lanjutnya.
Penjabaran Pancasila merupakan bagian dari praktik dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Bahkan Lemhannas dinilai memiliki peran strategis dalam menyosialisasikan nilai-nilai Pancasila.
"Mudah-mudahan BPIP dan Lemhannas tidak hanya sinergi dalam menyelesaikan Pancasila, tetapi mulai bersinergi dalam pemahaman dan pengembangan wacana-wacana Pancasila dan aktualisasi nilai-nilai Pancasila," jelasnya.
Plt Sekretaris Utama BPIP, Karjono menambahkan selain menindaklanjuti MoU pada tahun 2019 dan arahan unsur pimpinan agar lebih sinergi, Lemhannas juga memiliki tokoh-tokoh negarawan dan tokoh-tokoh bangsa yang akan memegang estafet kepemimpinan bangsa.
"BPIP sangat berharap di sana memiliki semangat bela negara dan revolusi mental dan pembumian 4 pilar kebangsaan dan internaliasi Pancasila," kata Karjono.
Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto, mengakui Lemhannas dan BPIP perlu memperkuat sinergitas dalam pemahaman bersama tentang wawasan kebangsaan dengan dasar Ideololgi Pancasila.
Ia berharap ada keterlibatan dalam penyusunan materi-materi untuk Pendidikan dan Pelatihan Pembinaan Ideologi Pancasila bagi stakeholders baik masyarakat atau lembaga negara, sehingga mendapatkan pemahaman bersama.
Andi Widjajanto juga meminta dalam penyampaian nilai-nilai Pancasila harus bertransformasi ke dalam dunia digital dengan berkembangnya teknologi. Hal itu untuk menyentuh generasi-generasi milenial sebagai generasi penerus bangsa.
"Contohnya adalah dengan membuat aplikasi-aplikasi seperti aplikasi ruang Pancasila. Kita bisa mencoba kerja sama dengan ruang guru," paparnya.
baca juga: Korpri BPIP Harus Jadi Benteng Pertahanan Radikalisme
Dalam kesempatan yang sama Dirlatmaitadik Debiddikpimkatnas Lemhannas Brigjen Pol Djoko Poerbohadijojo mengatakan perlu adanya kerja sama dengan MPR sebagai skala prioritas yang memiliki program 4 Pilar kebangsaan.
"Yah saya kira kita perlu segera kerja sama dengan MPR dan hadir langsung dalam kerja sama ini," ujarnya.
Deputi Kebangsaan Lemhannas Laksda TNI Prasetya Nugraha memaparkan dalam kegiatannya telah memantapkan nilai-nilai kebangsaan. Yakni ada tiga klaster di antaranya materi dasar, materi penunjang dan materi utama.
"Dalam materi utama itu kita namakan 4 konsensus dasar, jadi beberapa kali kami masih menggunakan 4 pilar," terang Prasetya Nugraha.
Selain itu Pancasila selalu ada di materi utama dan mengikuti update dengan teori-teori dari Pemerintah yaitu Pancasila 1 Juni. "Kami juga selalu menggunakan narasumber dari BPIP untuk menyampaikan materi tersebut," pungkasnya. (RO/N-1)
Gubernur Lemhannas TB Ace Hasan Syadzily membuka P3N Angkatan ke-27 dengan harapan melahirkan pemimpin nasional berintegritas dan berwawasan kebangsaan.
Urgensi peran militer semakin tinggi jika aksi terorisme sudah melibatkan aktor lintas negara (transnasional) dalam melancarkan serangannya.
Forum Komunikasi Dewan Pengurus Daerah (DPD) dan Dewan Pengurus Angkatan (DPA) Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas (IKAL) menyatakan tidak lagi mengakui kepemimpinan Agum Gumelar.
ANGGOTA Ikatan Keluarga Alumni (IKAL) Lemhannas mengapresiasi terbentuknya Tim Reformasi Penyelamatan IKAL Lemhannas, yang diharapkan dapat mewujudkan kembali marwah organisasi.
Abdul Mu’ti menekankan Indonesia memiliki modal besar untuk mewujudkan cita-cita menjadi bangsa maju pada 2045.
DEWAN Pengurus Daerah (DPD) Ikatan Keluarga Alumni Lemhannas Republik Indonesia (IKAL RI) Provinsi Jawa Barat menyoroti berakhirnya Munas V IKAL dalam kondisi deadlock.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menilai usulan kenaikan parliamentary threshold atau ambang batas parlemen menjadi 7% terlalu tinggi dan berpotensi memberatkan partai politik.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mengatakan, butuh upaya kolektif setiap anak bangsa untuk meningkatkan peran aktif perempuan di bidang politik.
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
HAMPIR dipastikan revisi Undang-Undang (UU) Pemilu atau UU Omnibuslaw Politik akan disahkan pada 2026 ini mengingat tahapan Pemilu 2029 harus sudah dimulai menjelang akhir 2026
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong penguatan peran keluarga sebagai ruang yang aman bagi perempuan, sebagai bagian penting dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.
WAKIL Ketua MPR RI Lestari Moerdijat, mengatakan peran generasi muda sangat dibutuhkan dalam upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved