Kamis 24 Februari 2022, 13:48 WIB

Tak Kunjung Hadir, Korban Investasi Binomo Minta Polisi Jemput Paksa Indra Kenz

Hilda Julaika | Politik dan Hukum
Tak Kunjung Hadir, Korban Investasi Binomo Minta Polisi Jemput Paksa Indra Kenz

Instagram @indrakenz
Indra Kenz

 

Korban investasi bodong aplikasi trading binary option binomo meminta polisi menjemput paksa afiliator Binomo Indra Kenz. Pasalnya, Indra tak kunjung datang dalam jadwal pemeriksaan hari ini, Kamis (24/2).

Kuasa Hukum korban binomo Finsensius mengatakan para kliennya ini padahal sudah tiba di Mabes Polri sejak pukul 10.00 WIB.

Para korban ini berniat mengawal kasus aplikasi yang sudah ditetapkan sebagai judi online itu. Seharusnya kata Finsen, Indra Kenz sudah diperiksa sebagai terlapor sedari pukul 10.00 WIB. "Tapi saudara terlapor masih belum tiba di Bareskrim sehingga korban menyampaikan kekecewaannya dan berharap Bareskrim terus mendesak agar hari ini terlapor bisa hadir, dijemput paksa," kata Finsen di Bareskrim Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (22/2).

Para korban menduga, Indra Kenz kembali mangkir dalam pemeriksaan seperti Jumat (18/2) lalu. Korban pun berharap, Indra Kenz dijemput paksa apabila mangkir untuk kedua kalinya. Selain menuntut pejemputan paksa, tiga korban aplikasi Binomo lainnya dijadwalkan diperiksa hari ini. Mereka dijadwalkan pukul 13.00 WIB untuk menyerahkan sejumlah kelengkapan barang bukti. "Berdasarkan kemarin pemeriksaan ada bukti-bukti yang belum lengkap dan kami juga mau melengkapi sebagaimana yang diinstruksikan oleh penyidik," tuturnya.

Sejumlah kelengkapan barang bukti yang dibawa ialah rekening koran. Sebelumnya Sultan Medan Indra Kenz akan diperiksa Mabes Polri atas dugaan judi online aplikasi binomo.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan sudah mengirim undangan pemeriksaan ke pihak Indra Kenz. "Iya akan diperiksa, Kamis (24/2) pukul 10.00 WIB," ujar Whisnu dihubungi Rabu (23/2).

Meski begitu, Whisnu masih enggan merinci terkait rencana penyidikan ataupun pendalaman yang akan dilakukan terhadap Indra Kenz.

Sebelumnya aplikasi Binomo yang dipopulerkan Sultan Medan Indra Kenz diduga masuk kategori tindak pidana perjudian online. Direktur Tindak Pidana Khusus, Bareskrim Polri Brigjen Whisnu Hermawan mengatakan bahwa perkara tersebut masih didalami oleh Dittipidsus Bareskrim Polri.

"Telah terjadi dugaan Tindak Pidana Judi Online dan atau penyebaran Berita bohong (Hoaks) melalui media Elektronik dan atau penipuan atau perbuatan curang dan atau dan atau tindak pidana pencucian uang oleh yang diduga dilakukan terlapor IK," ujar Whisnu dalam keterangan Jumat (11/2).

Sampai saat ini kata Whisnu pihaknya sudah memeriksa delapan korban aplikasi Binomo. Kedelapan korban itu yakni MN, LN, RSS, FNS, FA, EK, AA, dan RHH.

Kerugian para korban beragam mulai dari Rp3 juta hingga Rp1,3 miliar. Apabila ditotal, jumlah kerugian kedepalan korban mencapai Rp3,8 miliar. Selain diduga terlibat dalam peluncuran aplikasi judi online, Indra Kenz juga diduga terlibat dalam penyebaran berita bohong terkait aplikasi Binomo. Indra Kenz dianggap telah mengajarkan  strategi trading dalam aplikasi tersebut dan terus memamerkan hasil profitnya.Hal itu dianggap membuat korban ikut bergabung dari yang profit hingga akhirnya selalu loss.

Kasus itu dianggap telah memenuhi unsur pidana dan naik ke penyidikan atas Pasal 45 Ayat ( 2 ) Jo Pasal 27 Ayat ( 2 )  dan atau Pasal 45 A ayat ( 1 ) Jo Pasal 28 ayat ( 1 ) Undang Undang Nomor 19  tahun 2016 Tentang Perubahan Atas  Undang – Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 3 Pasal 5 dan Pasal 10  Undang Undang Nomor 8 Tahun 2010, Tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang, Pasal 378 KUHP Jo Pasal 55 KUHP.

Meski kasus naik ke penyidikan, status Indra Kenz masih sebagai terlapor. Sebelumnya, aplikasi investasi binomo dilaporkan ke Bareskrim Polri. Para korban aplikasi ini merugi hingga Rp 3,8 miliar. (OL-12)

Baca Juga

dok.mi

SMRC Sarankan PDIP Usung Capres yang Popoler untuk Kalahkan Anies

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 05 Oktober 2022, 06:10 WIB
PDI Perjuangan perlu mengusung calon yang juga populer. Ganjar Pranowo merupakan opsi yang tepat untuk maju dalam Pilpres 2024, saran...
ilustrasi

Yuk, Cek Hak dan Kewajiban Warga Negara di Pasal 27 UUD 1945

👤Joan Imanuella Hanna Pangemanan 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 22:49 WIB
UUD 1945 Pasal 27 Ayat 1, 2, dan 3 berisi tentang hak dan kewajiban dasar yang dimiliki dan harus dilaksanakan setiap masyarakat Indonesia...
Antara

Kejaksaan Terima Enam Boks Barang Bukti Kasus Pembunuhan Brigadir J

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 04 Oktober 2022, 22:46 WIB
Barang bukti tersebut sudah diverifikasi pada Selasa (4/10) ini di Kejari Jakarta Selatan. Proses pengecekan untuk mempermudah tim JPU saat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya