Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KANTOR Staf Presiden (KSP) mengirim tim ke Wadas, Purworejo, Jawa Tengah, untuk bertemu langsung dengan masyarakat setempat.
Melalui upaya tersebut, KSP ingin mendengar langsung kesaksian dan keinginan masyarakat terkait proses pembebasan lahan sebagai bagian dari pembangunan Waduk Bener.
“Kami ingin mendapatkan informasi secara menyeluruh seputar kronologi insiden pada rabu (8/2) lalu. Kami juga ingin mendengar bagaimana pendapat mereka soal pembangunan bendungan Bener,” ujar Tenaga Ahli Utama Joanes Joko melalui keterangan resmi, Minggu (13/2).
Di dalam kunjungannya itu, Joko menemui perwakilan kelompok masyarakat baik yang pro maupun kontra terhadap pembangunan infrastruktur air tersebut.
Mereka yang mendukung memiliki pemahaman bahwa proyek itu nantinya akan memberi manfaat kepada masyarakat di kawasan.
Sebaliknya, warga yang menolak menganggap proyek itu akan menghilangkan mata pencaharian warga setempat.
Baca juga: Ansor: Pemadaman Listrik di Wadas Bentuk Tindakan Dzalim
Di hadapan ratusan warga desa Wadas yang menolak pembangunan Bendungan Bener, Joko membuka dialog dengan etika masyarakat Jawa.
“Dalem nyuwun duko panjenengan. Kami datang untuk mendengarkan unek-unek warga. Silakan ceritakan yang sebenarnya. Yang mau marah-marah, nggih monggo,” tutur Joko.
Mendapat kesempatan tersebut, satu persatu warga buka suara soal insiden penangkapan hingga alasan penolakan penambangan batu andesit dan pembangunan Bendungan Bener. Sesekali emosi warga tidak terkontrol saat menceritakan kronologi peristiwa. Bahkan, ada yang terlihat menangis.
Dari dialog tersebut, Joko mengungkap beberapa hal yang perlu ditindaklanjuti.
"Utamanya adalah pelaksanaan operasi di lapangan oleh aparat keamanan yang perlu dievaluasi, dan alasan penolakan warga yang didasarkan pada aspek ekonomi, lingkungan, dan sosial budaya,” ucapnya.
Ia pun memastikan bahwa, ke depan, KSP akan mendorong proses dialog intensif antara pemerintah dengan masyarakat desa Wadas agar sumbatan komunikasi bisa terselesaikan.
Sebelumnya, KSP juga menemui Kapolda dan Gubernur Jawa Tengah. Dalam Pertemuan yang dilakukan secara tertutup tersebut, KSP banyak mendapat informasi terkait prosedur pengamanan, insiden penangkapan warga, hingga duduk perkara pembangunan.
“Kami sudah dapat kepastian dari pak Kapolda, warga yang sebelumnya diamankan sudah dilepaskan kembali,” tandas Joko. (Pra/OL-09)
Muhammadiyah tetap memiliki misi membela yang lemah yang sesuai dengan semboyan dari Muhammadiyah, yaitu Penolong Kesengsaraan Oemat (PKO)
KONFLIK warga desa di Kawasan Pegunungan Kendeng dengan Ganjar Pranowo masih menyisakan luka, akibatnya mereka sepakat menyatakan Anti-Ganjar dan PDI Perjuangan
Direktur Bumdes Wadas, Fuad Rofik mengatakan, studi banding ini dimaksudkan untuk memelajari kunci keberhasilan BUMDes di wilayah lain.
SITUASI di Desa Wadas Kecamatan Bener, Purworejo semakin kondusif. Kini tinggal 8 bidang saja yang belum diserahkan dari 617 bidang yang direncanakan.
SEBANYAK 22 warga pemilik 34 bidang di Desa Wadas yang sempat menolak keras penambangan lahan kuwari, akhirnya secara suka rela menyerahkan berkas untuk dilakukan pengukuran.
KOMISI III DPR RI menyebut, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo telah melaksanakan 7 poin rekomendasi dari DPR RI dalam mengatasi konflik penambangan batu andesit di Desa Wadas, Purworejo.
Pompa apung dipilih karena sifatnya yang adaptif dan portabel, sehingga mampu menjangkau kawasan permukiman dan area padat.
Prabowo menunjukkan optimisme terhadap keberlanjutan program prioritas pada periode 2026-2027.
Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan menyambut malam Tahun Baru 2026 bersama warga terdampak bencana di Aceh.
Kehadiran KSP dalam dialog publik menjadi penting untuk memberikan penjelasan yang lebih sistematis mengenai apa yang sudah dan sedang dilakukan pemerintah.
Priskhianto juga menyoroti pentingnya regulasi yang melindungi koperasi simpan pinjam (KSP) dan koperasi simpan pinjam syariah (KSPS).
Kepala KSP Muhammad Qodari mendukung gerakan setop tot tot wuk wuk di jalan raya. Menurutnya itu kerasahan masyarakat terhadap sirine dan strobo oleh mobil pengawal
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved