Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Prabowo Minta Qodari Kumpulkan Video yang Ramalkan MBG Gagal: Saya Mau Lihat Tiap Malam

Media Indonesia
13/2/2026 17:33
Prabowo Minta Qodari Kumpulkan Video yang Ramalkan MBG Gagal: Saya Mau Lihat Tiap Malam
Presiden Prabowo Subianto(Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto memerintahkan Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Muhammad Qodari untuk menelusuri serta mengumpulkan klip-klip video di berbagai platform media sosial yang meramalkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan gagal.

Menurut Presiden, kelompok yang membuat video tersebut perlu melihat langsung keberhasilan pemerintah dalam menjalankan program MBG. Hingga kini, program itu menargetkan 82,9 juta penerima manfaat pada akhir 2026.

"Pak Qodari, tolong dikumpulin ya. Video klip-video klip yang meramalkan kita pasti gagal, yang mengatakan saya saya menghina bangsa Indonesia, MBG ini penghinaan kepada bangsa Indonesia. Kita mau menyelamatkan anak-anak kita dibilang menghina. Ini harus ada rekam digital ya, direkam semua. Insyaallah kita mencapai 80 sekian juta. Aku minta biar saya, bisa tiap malam saya lihat-lihat," kata Prabowo kepada KSP Qodari dalam acara peresmian 1.700 lebih SPPG secara terpusat di SPPG Polri Palmerah, Jakarta, Jumat (13/2).

Dalam kesempatan yang sama, Prabowo juga mengungkapkan perasaannya saat disebut menghina bangsa Indonesia.

"Jadi saya bilang (ke diri sendiri) aduh apa iya ya, apa iya saya menghina bangsa Indonesia? Dari umur muda, letnan dua, tidak punya apa-apa, saya siap mati untuk Republik. Kok, saya sampai hati mau menghina? Tidak! Sisa hidup saya hanya untuk menyelamatkan, membangun Republik Indonesia," kata dia.

"Saya ingin mati membela kebenaran, keadilan, dan keselamatan rakyat saya. Ini kehormatan bagi seorang prajurit, mati untuk rakyatnya. Masak saya mau menghina? Tetapi sudahlah, sekarang kita buktikan bersama," sambung Prabowo mengungkap rasa gusarnya.

Dalam sambutannya pada acara tersebut, Presiden menyampaikan bahwa jumlah penerima MBG terbaru telah mencapai 60,2 juta, terdiri dari anak-anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui. Program MBG sendiri pertama kali diluncurkan pada 6 Januari 2025.

Sementara itu, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kini telah mencapai 23.000 unit. Sebagian di antaranya dioperasikan oleh Polri. SPPG merupakan satuan kerja yang dibentuk untuk mengelola dapur-dapur MBG.

"Jumlah (penerima MBG)  ini kira-kira setara dengan memberi makan seluruh penduduk Afrika Selatan tiap hari, atau sama dengan 10x Singapura tiap hari, atau 2x Malaysia tiap hari," ujar Prabowo. (Ant/P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya