Sabtu 12 Februari 2022, 21:05 WIB

Wahid Foundation: Jernihkan Kekeliruan dalam Maknai Islamofobia

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Wahid Foundation: Jernihkan Kekeliruan dalam Maknai Islamofobia

Ist
Direktur Eksekutif Wahid Foundation Mujtaba Hamdi

 

DIREKTUR Eksekutif Wahid Foundation Mujtaba Hamdi mengatakan perlu ada penjernihan pemahaman masyarakat dalam memaknai terminologi islamofobia, yaitu ketakutan sangat berlebihan terhadap Islam atau penganut Islam, yang sering dipakai oleh oknum tidak bertanggung jawab untuk memojokkan pemerintah dan memecah belah umat.

"Islamofobia ini deskripsi sosiologis terhadap gejala, bagaimana orang-orang mayoritas barat memandang Islam sebagai ancaman. Islamofobia tidak ada di Indonesia. Ini kekeliruan representasi," katanya seperti dilansir Antara di Jakarta, Jumat (11/2).

Menurut Mujtaba, fenomena islamofobia muncul akibat adanya sebagian kecil kelompok muslim, yang menyalahgunakan ajaran agama Islam untuk melakukan tindak kekerasan dan kebencian terhadap mereka yang berbeda pandangan.

Selain itu, tambahnya, ketakutan berlebihan terhadap Islam itu juga dijadikan alasan untuk melakukan teror, sehingga menggeneralisasikan umat Islam sebagai ancaman.

"Di Indonesia, penggunaan term islamofobia justru bertujuan untuk membela perilaku kekerasan atau kebencian terhadap yang lain, yang dilakukan oleh sebagian kecil umat Islam. Jadi ini ada fenomena kebalikan," jelasnya.

Mujtaba menyayangkan fenomena tersebut, terlebih kelompok radikal memang cenderung sering melakukan playing victim ketika dikritik atas tindakan mereka yang menyebarkan kebencian atas nama ajaran agama.

"Mereka menggunakan terminologi islamofobia untuk menjustifikasi kebencian terhadap orang lain. Ketika di kritik (atas perbuatannya), mereka malah playing victim," ungkapnya.

Ia menegaskan sejatinya yang menuai kritik tersebut bukanlah Islam sebagai sebuah agama, namun oknum yang mengatasnamakan Islam. Hal inilah, yang menurutnya, harus dipahami oleh masyarakat.

"Bukan Islam-nya, tapi tindakan mereka itulah yang harusnya dikritik," tegasnya.


Baca juga: Akademisi Sebut Islamofobia Upaya Framing untuk Memojokkan Pemerintah


Namun demikian, Mujtaba melihat adanya permainan psikologis yang dimainkan oleh kelompok radikal, sebagai upaya untuk menimbulkan perpecahan dan memojokkan pemerintah atas kebijakan yang dibuat.

"Pertama, menggunakan terminologi persatuan umat. Kedua, islamofobia ini adalah defense mechanism mereka, ketika mereka dikritik atas perbuatannya," tuturnya.

Pola pergerakan kelompok radikal tersebut, lanjutnya, dengan menciptakan ketidakharmonisan di tengah masyarakat. Lalu dilanjutkan dengan meminta pembelaan atas nama kesatuan umat Islam. Puncaknya adalah dengan menganggap siapa pun yang tidak membela dan mengkritik adalah islamofobia.

"Padahal di Indonesia sendiri tidak ada gejala sosial yang merujuk pada praktik islamofobia. Muslim, sebagai mayoritas, justru sangat difasilitasi oleh negara," jelasnya.

Dia mengatakan selama ini pemerintah, dengan segala sumber daya yang ada, sangat memfasilitasi, baik muslim maupun seluruh penganut agama lain, untuk beribadah sesuai keyakinan dan kepercayaannya masing-masing.

"Bagaimana pemerintah islamofobia kalau pemerintah juga banyak memfasilitasi umat Islam, dari mulai urusan haji, memberi pendanaan untuk tempat ibadah, bahkan pendidikan juga difasilitasi, dan lain sebagainya," tuturnya.

Jebolan Pascasarjana Antropologi dari FISIP UI itu menilai perlu adanya strategi konkret dan efektif untuk memberantas oknum yang kerap menyalahartikan istilah Islamofobia untuk membuat kericuhan di tengah masyarakat.

"Perlu edukasi publik untuk memperlihatkan sesungguhnya seperti apa gejala yang merujuk pada islamofobia, agar tidak digunakan di luar konteksnya," ujarnya. (Ant/S-2)

 

Baca Juga

dok.DPP KNPI

DPP KNPI Dukung Uji Materi UU Polri Untuk Polri yang Lebih Baik

👤Selamat Saragih 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 16:29 WIB
DPP KNPI akan segera ajukan uji materi UU Polri menyusul terkuaknya kasus terbunuhnya Brigadir J atau polisi tembak polisi di rumah mantan...
Ist/DPR

Aboe Bakar Al Habsyi Apresiasi Kapolri Bubarkan Satgasus Polri

👤mediandonesia.com 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 13:55 WIB
Anggota Komisi III DPR RI Habib Aboe Bakar Al Habsyi mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang telah menghentikan...
Antara

Kuasa Hukum Sebut Istri Ferry Mursyidan Baldan Dikriminalisasi

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 13:01 WIB
Bareskrim Polri menetapkan istri eks Menteri ATR/BPN Ferry Mursyidan Baldan yakni Hanifah Husein sebagai...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya