Selasa 06 September 2022, 21:29 WIB

Akademisi: Tidak Ada Islamofobia di Indonesia karena Punya Pancasila

mediaindonesia.com | Humaniora
Akademisi: Tidak Ada Islamofobia di Indonesia karena Punya Pancasila

Ist
Rektor Universitas Negeri Islam Sumatera Utara Prof Dr Syahrin Harahap

 

REKTOR Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Prof Dr Syahrin Harahap mengatakan tidak ada kebencian antara satu agama dengan agama lain, seperti Islamofobia di Indonesia karena bangsa ini memiliki Pancasila yang mempersatukan segala perbedaan.
 
"Di negeri ini sebenarnya tidak ada kebencian antara satu agama dengan agama lainnya karena Pancasila sebagai dasar negara telah mencoba mencari titik temu dari semua agama, latar belakang budaya, dan etnis sehingga kita dipersatukan dalam khalimatun syawa (satu keyakinan yang mempertemukan berbagai perbedaan)," kata Syahrin seperti dikutip Antara di Jakarta, Selasa (6/9).
 
Untuk itu, ia mengimbau anak-anak bangsa agar tidak membesar-besarkan isu Islamofobia yang tidak cocok dengan Indonesia.
 
Menurut Syahrin, hal tersebut penting untuk dilakukan karena isu Islamofobia dan isu-isu pemecah belah persatuan lainnya berpotensi menimbulkan konflik yang menjadi ladang subur bagi tumbuhnya kelompok radikal dan teroris dalam menyebarkan ideologi-ideologi transnasional.
 
"Tujuan mereka adalah merusak keutuhan NKRI, seperti yang terjadi di negara-negara Timur Tengah," tambahnya.
 
Syahrin menyampaikan bahwa Islamofobia sebenarnya merupakan istilah yang berkembang di negara lain, tetapi kemudian dikirim ke Tanah Air untuk mengganggu persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia.
 
"Sebenarnya (Islamofobia) muncul pertama kali di bagian benua lain, terutama Eropa. Islamofobia muncul karena ada orang-orang tertentu yang
tersinggung dengan umat Islam, perilaku dan lain-lain yang dianggap mengganggu orang lain. Namun, perilaku itu sebenarnya bukan datang dari Islam atau umat Islam, melainkan orang yang minim pengetahuannya tentang Islam. Itu di Eropa," jelasnya.


Baca juga: Cegah Budaya Kekerasan lewat Penanaman sejak Dini Nilai-Nilai Kebangsaan

 
Syahrin mengakui kecenderungan Islamofobia merebak ke seluruh dunia, termasuk Indonesia, memang tidak bisa dihindarkan. Hal itu karena situasi di suatu benua tertentu akan berpengaruh ke benua lain.
 
Meski begitu, menurut ia, jika setiap anak bangsa mengembangkan kepribadiannya yang digali dari nilai-nilai Pancasila, bangsa ini tidak
akan saling membenci.
 
"Kita sering mengatakan bahwa Pancasila itu adalah kita. Artinya, Pancasila digali dari kepribadian bangsa kita. Apabila kita mengembangkan kepribadian kita yang notabene adalah pesan-pesan yang terkandung dalam Pancasila, sebenarnya kita tidak akan saling membenci. Dengan demikian, Islamofobia tidak cocok dengan bangsa Indonesia," jelas Syahrin.
 
Ia juga meminta agar segenap anak bangsa berhenti menghadirkan diskusi-diskusi mengenai Islamofobia yang dikaitkan dengan Indonesia,
kecuali dalam konteks diskusi mengenai keadaan di negara lain.
 
Syahrin pun menekankan bahwa pada dasarnya bangsa Indonesia tidak didik untuk membenci satu sama lain. Sebaliknya, bahkan sebelum menjadi suatu negara, beragam penduduk dari kerajaan, etnis, dan agama yang berbeda-beda di Indonesia telah memiliki jiwa gotong royong.
 
"Bangsa kita tidak dididik untuk membenci satu sama lain. Bahkan sebelum Indonesia jadi suatu negara, sebenarnya, kerajaan-kerajaan,
etnis-etnis, dan kekuatan agama di Indonesia dengan Bhinneka Tunggal Ika memiliki jiwa gotong royong. Itulah yang membuat tidak seperti masyarakat di bagian dunia lain yang saling membenci," pungkasnya. (Ant/OL-16)

Baca Juga

BPMI SETPRES/RUSMAN

NU-India Berdiskusi Atasi Ancaman terhadap Umat Minoritas India

👤Henri Siagian 🕔Minggu 25 September 2022, 01:12 WIB
NU, kata Gus Yahya, mendorong setiap orang yang beriktikad baik dari setiap agama dan bangsa untuk rnenolak penggunaan identitas sebagai...
Antara

NU Circle Duga Karut Marut RUU Sisdiknas karena Tim Bayangan Kemendikbud

👤Naufal Zuhdi 🕔Minggu 25 September 2022, 00:15 WIB
Masyarakat profesional santri Perkumpulan Nusantara Utama Cita (NU Circle) mencurigai karut marut berbagai kebijakan pendidikan karena ulah...
Istimewa

Kemenkes: Kasus DBD Melonjak karena Musim Pancaroba, Gencarkan Pencegahan

👤Naufal Zuhdi 🕔Sabtu 24 September 2022, 23:50 WIB
KASUS demam berdarah (DB) di Indonesia melonjak karena berlangsungnya peralihan musim dari musim kemarau ke musim penghujan atau...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya