Selasa 04 Januari 2022, 13:36 WIB

Kolonel P Punya 2 Ajudan, Pengamat: Perlu Diatur Jumlah Ajudan 

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Kolonel P Punya 2 Ajudan, Pengamat: Perlu Diatur Jumlah Ajudan 

FOTO/Twitter/@penrem071_wk
Kolonel P, oknum TNI AD tersangka peristiwa Nagrek, Bandung, Jawa Barat.

 

PENGAMAT kebijakan publik dari Political and Public Policy Studies (P3S), Jerry Massie menyoroti Kolonel P, oknum TNI AD tersangka peristiwa Nagrek, Bandung, Jawa Barat.

Apalagi Kolonel P, yang berpangkat melati tiga tersebut memiliki dua ajudan yakni Kopda D dan Koptu A. Sementara jenderal bintang satu saja hanya memiliki satu ajudan.

"Apakah kedua bintara tersebut sudah mendapatkan izin dari atasannya untuk membantu kegiatan Kolonel P? Kalau memang kolonel saja punya 2 ajudan maka perlu diatur jumlah ajudan dari perwira tinggi dan menengah," ujar Jerry di Jakarta, Selasa (4/1).

Jerry memaparkan, adanya jumlah ajudan yang melekat pada setiap perwira patut dikritisi. Karena setiap ajudan dibiayai negara.

"Kalau jumlah ajudan sudah melebihi maka jelas ini melanggar aturan. Karena jika prajurit ketika beraktivitas harus sesuai kedinasan dan mendapatkan izin dari atasannya. Jika tidak sesuai kedinasan maka patut dipertanyakan," papar Jerry.

"Perlu ada payung hukum terkait jumlah ajudan seorang Pamen dan Pati," tegasnya.

Jerry juga menyoroti Kolonel P yang begitu tega membuang korban lakalantas ke sungai. Padahal sebagai seorang perwira tentunya memiliki jiwa kemanusiaan yang sangat tinggi sehingga harusnya membawa korban ke rumah sakit.

Ia juga mempertanyakan apakah ada masalah di bimbingan mental internal atau psikis. Seorang anggota TNI apalagi level perwira harusnya sudah memahami bahwa dirinya adalah pengayom rakyat.

"Kalau saya nilai ini pelanggaran berat lantaran tak ada itikad baik dari penabrak yang ketiganya anggota TNI," paparnya.

"Saya kira kasus ini harus dibuka ke publik selain pemecatan maka hukuman yang setimpal harus diberikan," tambahnya.

Jerry meminta perilaku Kolonel P harus menjadi pemlajaran bagi yang lain. Hilangkan rasa ego atau kebanggaan. Sebagai prajurit jangan berpikir mampu keluar dari jeratan hukum atau akan tersentuh hukum.

Ia menilai ada sikap tak terpuji dari seorang Kolonel P. Dua ajudannya mungkin tak setega dan sekeji membuang korban tabrakan. Sehingga diduga ajudannya diperintah membuang dua korban tersebut.

"Mereka (tiga oknum TNI) bisa kena pasal berlapis seperti Pasal 338 arau 340 KHUP," tandasnya.

Kasus ini berawal ketika mobil yang ditumpangi tiga oknum prajurit TNI, Kolonel P, Kopda D dan Koptu A menabrak Handi dan Salsa di Nagreg, Kabupaten Bandung, Rabu (8/12/2021) sore.

Mereka mengangkut dan membawa tubuh Handi-Salsa ke dalam mobil bercat hitam itu.

Kolonel P dan dua kawannya itu langsung tancap gas ke arah Limbangan dengan alasan akan membawa sejoli tersebut ke rumah sakit.

Beberapa hari kemudian, mayat Handi-Salsa ditemukan di Sungai Serayu, Jawa Tengah. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA

Susi Pujiastuti: #KopiSusi Gerakan Moral!

👤Widhoroso 🕔Minggu 03 Juli 2022, 19:18 WIB
MESKI gelaran pilpres 2024 masih dua tahun lagi, namun makin banyak deklarasi yang mendorong capres...
Dok. Pribadi

Komunitas Live Positif Indonesia Dorong Peningkatan Kesadaran Hukum di Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 03 Juli 2022, 18:54 WIB
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pada 5 Mei 2021 yang menyatakan bahwa tingkat kriminalitas di Indonesia menembus 94 per 100 ribu...
Dok MI

Jokowi Harus Perkuat Daya Tawar untuk Jadi King Maker 2024

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Minggu 03 Juli 2022, 17:45 WIB
Jokowi bisa menjadi king maker untuk menjawab kekhawatiran masyarakat akan kelanjutan beberapa program...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya