Senin 13 Desember 2021, 11:11 WIB

Perbaikan Tata Kelola Olahraga Nasional, Revisi RUU SKN Jadi Solusi

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
Perbaikan Tata Kelola Olahraga Nasional, Revisi RUU SKN Jadi Solusi

Ist/DPR
Anggota Komisi X DPR RI Djohar Arifin Husin.

 

ANGGOTA Komisi X DPR RI Djohar Arifin Husin menegaskan, pembahasan Rancangan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (RUU SKN) menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola olahraga nasional.

Menurut Djohar, dalam dua dekade terakhir prestasi keolahragaan di Indonesia mengalami pasang surut.

“Dua dekade terakhir ini Indonesia mengalami penurunan prestasi nasional dalam bidang olahraga, baik dalam ajang regional maupun internasional,” kata Djohar di sela-sela mengikuti Kunjungan Kerja Spesifik Komisi X DPR RI ke Universitas Riau, di Pekanbaru, Riau, Sabtu (11/12/2021).

Untuk itu, Djohar menjelaskan perlu adanya mandatory spending dalam APBN/APBD untuk dana olahraga dalam jangka waktu tertentu.

Hal ini untuk melakukan pembinaan olahraga di tanah air untuk menghasilkan ekosistem tata kelola keolahragaan yang lebih baik dari sisi prestasi maupun dari sisi industri. Menurutnya saat ini alokasi anggaran untuk pembinaan olahraga nasional cukup kecil.

“Ini berpengaruh pada minimnya prestasi serta belum ada tata kelola olahraga nasional dengan baik,” ujarnya.

Lebih lanjut Djohar mengungkapkan potensi ekonomi olahraga nasional sangat besar. Syaratnya olahraga menjadi industri yang dikelola dengan benar baik dari sisi pembinaan, pemasaran, dan dukungan sarana prasarana.

Masalahnya di Indonesia, pengelolaan olah raga dari hulu sampai hilir belum tertata sehingga potensi ekonominya belum bisa dioptimalkan.

“Maka dukungan dana olah raga dari APBN harus ada juga jangka waktu harus ditentukan, sehingga jika suatu saat ekosistem olahraga telah tertata dan industri olahraga telah berjalan, maka pendanaan APBN harus dihentikan,” tandas politikus Partai Gerindra ini.

Djohar mengatakan dalam RUU SKN, pihaknya juga memberikan highlight terhadap kesejahteraan atlet maupun mantan atlet.

Menurutnya, kesejahteraan atlet dalam RUU SKN meliputi pasal-pasal yang mengatur olahragawan sebagai profesi, memastikan adanya jaminan sosial, serta memastikan adanya penghargaan olahraga.

“Bisa dikatakan kesejahteraan atlet maupun mantan atlet menjadi fokus dominan dalam RUU SKN. Sebab kami ingin memastikan jika para atlet atau olahragawan meskipun umur karier mereka pendek, namun tetap mendapatkan peluang untuk hidup layak hingga masa tua,” komitmen mantan Ketua Umum PSSI itu.

Ia juga memaparkan beberapa isu lain yang cukup krusial akan diatur dalam RUU SKN. Beberapa isu tersebut di antaranya tentang pentingnya big data dalam olahraga. 

"Big data ini khusus kita dorong agar nantinya ada sistem data olahraga nasional yang mendukung pembinaan maupun peningkatan prestasi olahraga kita. Dengan big data ini maka pembinaan olahraga kita bisa lebih terukur,” pungkasnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Mantan Anggota KPU RI Viryan Aziz Meninggal Dunia karena Sakit

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 21 Mei 2022, 06:46 WIB
Viryan meninggal pukul 01.40 WIB di Rumah Sakit Abdi Waluyo Jakarta, Sabtu...
MI/ Adam Dwi

Penyuap Eks Bupati Buru Selatan Diadili di PN Ambon

👤Fachri Audhia Hafiez 🕔Jumat 20 Mei 2022, 23:10 WIB
Dalam kasus ini KPK menetapkan tiga tersangka, yakni Tagop Sudarsono Soulisa, dan dua pihak swasta Johny Ryndard Kasman serta Ivana...
Antara

Irjen Napoleon Dipecat Usai Semua Kasus Inkrah

👤Siti Yona Hukmana 🕔Jumat 20 Mei 2022, 23:05 WIB
Gatot memastikan Divisi Propam Polri akan melakukan sidang kode etik terhadap...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya