Senin 22 November 2021, 07:30 WIB

Kapal Ikan Berbendera Indonesia Tertangkap di Papua Nugini

M. Iqbal Al Machmudi | Politik dan Hukum
Kapal Ikan Berbendera Indonesia Tertangkap di Papua Nugini

MI/Amiruddin AR
Ilustrasi kapal nelayan

 

DESRUCTIVE Fishing Watch (DFW) Indonesia menerima laporan satu unit kapal ikan berbendera Indonesia ditangkap oleh otoritas penjaga laut Papua Nugini, pada 17 November 2021. Laporan ini menambah daftar kapal Indonesia yang ditangkap oleh otoritas setempat karena melakukan kegiatan penangkapan ilegal di wilayah perairan yuridiksi Papua Nugini.

Koordinator Nasional DFW Indonesia, Moh Abdi Suhufan mengatakan identitas kapal yang ditangkap tersebut adalah KM Sumatera Jaya dengan pelabuhan asal Merauke, Papua.

“Kapal berbobot 25 GT dengan 8 orang ABK tersebut tersebut ditangkap pada tanggal 17 November 2021 oleh aparat PNG,” kata Abdi dalam keterangannya, Senin (22/11).

Sebelumnya kapal ikan tersebut berangkat dari Merauke pada tanggal 17 Oktober 2021. Pada saat yang penangkapan sebenarnya terdapat 10 kapal berbendera Indonesia namun berhasil melarikan diri dari kejaran aparat PNG.

Menurut catatan DFW Indonesia dalam periode Mei 2020-November 2021 telah terjadi 6 kali penangkapan kapal Indonesia oleh pihak PNG. Dari 6 kali penangkapan tersebut, 34 nelayan dan ABK Indonesia ditahan dan diadili oleh pemerintah PNG.

Atas kejadian tersebut, DFW Indonesia meminta pemerintah pusat dan pemeritah Provinsi Papua untuk mengatasi aktvitas penangkapan ikan pelintas batas asal Papua yang sering beroperasi di wilayah PNG.

“Praktik penangkapan ilegal di laut Arafura oleh kapal Indonesia pelintas batas masih saja marak karena belum ada upaya serius dari pemerintah untuk menjaga laut Arafura, ” kata Abdi.

Kapal dan nelayan asal Merauke sering melintas batas sampai ke PNG karena stok ikan disana cukup tinggi dengan daerah fishing ground yang tidak terlalu jauh. Fishing ground dekat hanya 4-7 mil laut dari daratan tapi sudah masuk wilayah PNG. Adapun ikan yang menjadi target tangkapan adalah jenis ikan kakap Cina, kakap putih dan kuro.

Sementara itu, peneliti DFW Indonesia Faiz Fahri Masalan meminta kepada Kementerian Luar Negeri atau perwakilan RI di Papua Nugini, untuk segera memberikan perlindungan dan pendampingan hukum kepada nelayan yang ditangkap tersebut.

“Kami meminta Kemlu untuk turun tangan memberikan perlindungan sebab adanya kekhawatiran mereka mendapat kekerasan dan perlakuan semena-mena dalam menjalani proses hukum di PNG," kata Faiz. (OL-13)

Baca Juga: HNSI Sumut Bebaskan 10 Nelayan dari Penahanan Malaysia

Baca Juga

.

Golkar Jatim Siap Kerja Sama dengan PAN dan PPP di Pemilu 2024

👤RO/Micom 🕔Senin 16 Mei 2022, 19:47 WIB
Golkar Jatim tetap menyosialisasikan sang ketua umum Airlangga Hartarto sebagai...
Dok MI

Relawan Jokowi Nilai Erick Thohir Paling Pantas Lanjutkan Kepemimpinan Jokowi

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 16 Mei 2022, 19:08 WIB
Erick Thohir dinilai sebagai menteri yang paling diandalkan oleh...
Antara

PAKAR : MIT Masih Aktif Rekurt Orang Untuk Berjuang Bangun Negara Islam

👤M. Taufan SP Bustan 🕔Senin 16 Mei 2022, 18:57 WIB
Terbukti simpatisan tersebut kemudian bersatu hingga berjumlah puluhan orang dan terpantau oleh Densus 88 Antiteror Polri hingga akhirnya...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya