Selasa 26 Oktober 2021, 09:37 WIB

Kejagung Geledah Rumah Tersangka Kasus Korupsi Gas Negara Sumsel

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Kejagung Geledah Rumah Tersangka Kasus Korupsi Gas Negara Sumsel

MI/Andri Widiyanto
Potret 3 unit kendaraan roda empat yang disita oleh Kejaksaan Agung terkait kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi oleh PDPDE Sumsel

 

PENYIDIK Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung menggeledah rumah mantan Direktur Utama Perusahaan Daerah Pertambangan dan Energi (PDPDE) Sumatera Selatan sekaligus Direktur PT PDPDE Gas Caca Isa Saleh S. Ia merupakan satu dari tiga tersangka kasus dugaan korupsi pembelian gas bumi bagian negara pada PDPDE Sumsel periode 2010 sampai 2019.

Direktur Penyidikan Jampidsus Supardi menyebut penggeledahan dilakukan di kediaman Caca yang terletak di Jakarta pada Senin (25/10). Pihaknya menyita sejumlah dokumen terkait aset Caca. "Ada dokumen-dokumen aset. Baru mau disita aset," ujarnya di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Senin malam (25/10).

Menurut Supardi, dokumen yang disita itu terkait aset berupa bangunan. Penyitaan aset dilakukan sebagai bagian dari penyidikan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dengan tindak pidana asal korupsi yang dilakukan Caca. Diketahui, penyidik Jampidsus telah menyematkan pasal TPPU terhadap Caca beserta dua terangka lain.

Keduanya adalah Komisaris Utama sekaligus Direktur PT PDPDE Gas Muddai Madang dan Dirut PT (Dika Karya Lintas Nusa) DKLN merangkap Direktur PT PDPDE Gas merangkap juga Dirut PDPDE Sumsel Yuriansyah. Sementara untuk mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin belum ditetapkan penyidikan ke arah pencucian uang.

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa istri Caca berinisial EB pada Jumat (22/10) lalu. Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak menjelaskan pemeriksaan terhadap EB bertujuan untuk mendalami aliran transaksi keuangan PDPDE Gas.

Diketahui, Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) mengaudit kerugian keuangan negara dalam rasuah tersebut sebesar US$30,194 juta. Angka itu berasal dari hasil penerimaan penjualan gas dikurangi biaya operasional selama 2010-2019. Terdapat pula kerugian sebesar US$63.750 dan Rp2,131 miliar merupakan setoran modal yang tidak seharusnya dibayarkan oleh PDPDE Sumsel. (OL-13)

Baca Juga: Perlu Perda untuk Segera follow up Dana Abadi Pesantren

Baca Juga

dok.ist

Majelis Rakyat Global Indonesia akan Dideklarasikan

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 09 Desember 2021, 07:11 WIB
INISIATOR dari Majelis Rakyat Global Indonesia adalah organisasi masyarakat sipil JAKI dan Indonesian...
Dok MI

Perjuangan Menghadirkan UU TPKS Harus Jadi Gerakan Bersama

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:40 WIB
RUU TPKS bukan terkait perlindungan korban kekerasan seksual semata, lebih dari itu sangat terkait dengan hak asasi...
Antara

Tuntutan Hukuman Mati Kasus Asabri Bisa Risaukan Investor

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 23:36 WIB
Budi khawatir investor yang mau menanamkan modalnya di Indonesia khawatir dengan vonis...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya