Selasa 12 Oktober 2021, 18:28 WIB

Firli Bahuri Bantah Pimpinan KPK Terlibat Kasus Penyidik Robin 

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Firli Bahuri Bantah Pimpinan KPK Terlibat Kasus Penyidik Robin 

Antara/Akbar Nugroho Gumay
Ketua KPK Firli Bahuri

 

KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri menepis tudingan adanya pimpinan yang disebut terlibat kasus suap eks penyidik Stepanus Robin Pattuju. Firli menegaskan pimpinan komisi antirasuah tak ada yang terlibat dalam kasus tersebut. 

"Tidak ada internal yang terlibat dalam perbuatan SRP (Stepanus Robin Pattuju) termasuk atasannya," ucap Firli melalui keterangannya, Selasa (12/10). 

Dalam persidangan, Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial sempat mengungkap adanya sosok atasan di KPK yang disebut Robin. Menurut Syahrial, istilah atasan disebut oleh Robin ketika menagih uang pengurusan perkara. Syahrial memahami atasan yang disebut Robin sebagai pimpinan. 

Firli Bahuri menyampaikan KPK telah melakukan permintaan keterangan saksi dan pengumpulan bukti-bukti dalam kasus itu. Menurutnya, tidak ada bukti atasan terlibat perkara Robin. 

Baca juga : Indikasi Orang Dalam Azis Syamsuddin Dinilai Cukup Kuat 

Dalam perkara suap penanganan perkara di Pemkab Tanjungbalai itu duduk sebagai terdakwa eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan Wali Kota Tanjung Balai M Syahrial. 

Dalam pembacaan dakwaan sebelumnya, nama Wakil Ketua DPR Azis juga disebut-sebut memberi uang ke penyidik Robin. Azis dan mantan Ketua PP Angkatan Muda Partai Golkar Aliza Gunado ditengarai memberi Robin Rp3,09 miliar dan US$36 ribu dolar. 

KPK kemudian menetapkan Azis Syamsudin sebagai tersangka suap ke Stepanus Robin. Penyuapan itu terkait penanganan kasus dugaan korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah 2017. (OL-7)

Baca Juga

Antara

Tersangka Kasus Perindo Sempat Keliling Jakarta dan Berupaya Lari

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 23:58 WIB
IG sempat berkeliling di wilayah Jakarta sebelum akhirnya datang ke Gedung Bundar...
Dok kemenhub

Kemenhub Siapkan Strategi Antisipasi Lonjakan Covid-19 Libur Nataru

👤RO/Micom 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 23:30 WIB
Libur nataru jangan sampai merusak upaya mengendalikan covid-19 yang telah...
Antara/Jessica Helena Wuysang.

Korupsi Komisi Agen, Pejabat Askrindo Jadi Tersangka

👤Tri Subarkah 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 20:27 WIB
Selain itu, ia juga membagi dan menyerahkan share komisi yang ditarik secara tunai di AMU kepada empat orang di...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya