Minggu 26 September 2021, 14:20 WIB

NU Berupaya Dorong Perdamaian di Afghanistan

Andhika Prasetyo | Politik dan Hukum
NU Berupaya Dorong Perdamaian di Afghanistan

AFP
Tentara Taliban menghentikan sejumlah warga Afghanistan yang ingin menyeberangi perbatasan Pakistan.

 

NAHDLATUL Ulama (NU) terus berupaya membantu tercapainya perdamaian di wilayah Afghanistan. Salah satu langkah konkret yang dilakukan, yakni menggelar forum dan memberi masukan secara langsung kepada pemerintah Afghanistan dan kelompok Taliban.

"Upaya perdamaian semakin intensif dilakukan. Hasilnya, pemerintah Afghanistan dan pihak Taliban sepakat untuk mengurangi kekerasan dan mengurangi jumlah korban sipil dalam konflik," ujar Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj dalam Musyawarah Nasional dan Konferensi Besar NU, Minggu (26/9).

"Bahkan, pada 2019, beberapa delegasi Taliban berkunjung ke Indonesia. Kami memberi masukan bagaimana membangun demokrasi di tengah kemajemukan," imbuhnya.

Baca juga: PBNU: Muktamar NU Ke-34 Pasti Diterpa Gangguan

Lebih lanjut, dia menegaskan bahwa sebelum berbicara tentang agama, negara harus memiliki stabilitas yang kuat. Jika negara sudah berdiri dengan kokoh, penduduk akan punya jaminan untuk melaksanakan kegiatan peribadatan dengan aman dan nyaman.

"Sejak awal, NU menekankan pentingnya ukhuwah wathaniyah, persaudaraan sesama bangsa. Itu harus didahulukan dari pada ukhuwah islamiyah, persaudaraan lintas Muslim. Tanpa negara, bagaimana umat Islam bisa melakukan kegiatan keagamaan?” pungkas Said.

Baca juga: Menlu RI: Soal Kemanusiaan di Afghanistan itu Prioritas Utama

Dia kemudian mencontohkan peristiwa hijrah Nabi Muhammad dari Mekah ke Madinah. Perjalanan tersebut dilakukan karena Rasulullah menyadari pentingnya memiliki Tanah Air, sehingga dakwah Islam bisa berkembang dengan baik.

"Sementara, contoh nyata bangsa yang hancur karena tidak memiliki Tanah Air, seperti yang dialami bangsa Kurdi. Karena tidak memiliki Tanah Air, mereka tercerai berai ke berbagai negara, yaitu ke Turki, Irak dan Suriah," tuturnya.(OL-11)

Baca Juga

MI/Instagram.

Polisi Tegaskan Rachel Vennya Berpotensi Kena Sanksi Pidana

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 19:17 WIB
Terkait hal itu pihak kepolisian telah melayangkan surat panggilan kepada Rachel Vennya untuk dimintai keterangan pada Kamis...
 ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Saksi Diancam jadi Tersangka Jika tak Beri Uang ke Eks Penyidik KPK

👤Mediaindonesia 🕔Senin 18 Oktober 2021, 19:13 WIB
Usman adalah Direktur PT Tenjo Jaya yang terjerat kasus korupsi hak penggunaan lahan di Kecamatan Tenjojaya, Sukabumi, Jawa Barat, dan...
 ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

Mantan Penyidik KPK Stepanus Robin Patok Biaya Pengurusan PK Rp10 Miliar

👤 Cahya Mulyana 🕔Senin 18 Oktober 2021, 18:57 WIB
Rita Widyasari bersaksi untuk dua orang terdakwa, yaitu eks penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju dan advokat Maskur Husain yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya