Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) memastikan pihaknya tidak akan kalah dengan teroris. Hal itu diungkapkan oleh Kepala BNPT Komjen Boy Rafli Amar merespons sebuah petisi mantan napi teroris yang berisi pembubaran BNPT beredar.
Boy menyebut bahwa banyak pihak yang memang menginginkan badan anti teroris itu untuk segera bubar. "Teroris dan sekutunya memang inginnya BNPT bubar. Negara tidak boleh kalah dengan teroris," papar Boy, Sabtu (18/9).
Boy mengemukakan apabila banyak pihak yang tidak puas dengan kinerja BNPT, maka itu adalah sesuatu yang wajar. Menurutnya, hal itu wajar lantaran manusia memiliki karakteristik yang berbeda-beda.
"Kalau ada yang tidak puas itu hal wajar, karena karakter mereka memang berbeda-beda," ucap Boy.
Boy membeberkan sebanyak 800 eks napi teroris yang sudah menjalani program deradikalisasi oleh BNPT.
Baca juga: Terduga Teroris MT Bertugas Pencari Dana untuk Jamaah Islamiyah
"Berbagai program dengan pendekatan kesejahteraan kepada eks napiter sudah dilaksanakan. Sudah lebih 800 eks napiter yang mengikuti program deradikalisasi," terang Boy.
Sebelumnya, beredar sebuah petisi yang ingin membubarkan BNPT. Petisi itu diinisiasi oleh sekitar 51 mantan napi teroris dari berbagai daerah di Indonesia.
"Petisi bubarkan BNPT oleh seluruh alumni napiter Indonesia. Petisi ini adalah salah satu pernyataan sikap para mantan napiter seluruh Indonesia kepada BNPT," bunyi petisi yang beredar itu, Jumat (17/9).
Adapun poin petisi berisi informasi yang berkaitan dengan sejumlah kinerja BNPT. (OL-4)
REMAJA dan anak-anak sekarang dinilai lebih rentan terhadap paparan paham radikal di ruang digital. Kondisi ini dinilai berbahaya karena kelompok usia tersebut dalam fase pencarian jati diri.
BNPT mengungkapkan ada 27 rencana serangan terorisme yang berhasil dicegah dalam tiga tahun terakhir, dengan ratusan pelaku terafiliasi ISIS ditangkap.
BNPT mencatat 112 anak Indonesia terpapar radikalisasi terorisme lewat media sosial dan gim online sepanjang 2025, dengan proses yang makin cepat di ruang digital.
KEPALA BNPT Eddy Hartono menyoroti secara mendalam fenomena memetic radicalization yang kini menjadi ancaman nyata bagi generasi muda.
Menurut Edi Hartono, media sosial dan game online telah terbukti menjadi salah satu sarana yang digunakan pelaku terorisme untuk melakukan perekrutan.
Program ini memberikan edukasi mendalam mengenai upaya mitigasi penyebaran paham radikal terorisme di ruang digital.
Dengan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta, diharapkan program ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat dan mendukung proses deradikalisasi yang lebih holistik.
Ratusan mantan narapidana terorisme (napiter) mengikuti upacara bendera merah putih memperingati hari Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indoensia ke-79 tahun
Komjen Rycko Amelza Dahniel membeberkan tantangan yang dihadapi dalam menghadapi kasus terorisme tahun 2024.
SEMBILAN narapidana kasus terorisme (napiter) di Lapas Kelas I Surabaya mengucapkan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Kamis (18/1).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut ada 146 tersangka teroris ditangkap Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror sepanjang 2023.
Kepala BNPTKomisaris Jenderal Ryzko Amelza Daniel mengatakan bahwa pencegahan terorisme merupakan kewajiban semua pihak agar saling memperkuat kesatuan dan persatuan bangsa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved