Senin 13 September 2021, 23:37 WIB

Eks Penyidik KPK Mengaku Diminta 'Atasan' Tagih Uang ke Wali Kota Tanjungbalai

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Eks Penyidik KPK Mengaku Diminta

Antara
Stepanus Robin Patuju

 

MANTAN penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Stepanus Robin Pattuju sempat menyinggung orang di atasnya saat menagih uang ke mantan Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial. Hal itu terungkap dalam surat dakwaan yang disusun oleh jaksa penuntut umum KPK.

Diketahui, Robin dikenalkan ke Syahrial oleh Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsuddin pada Oktober 2020. Syahrial menjanjikan uang sejumlah Rp1,7 miliar kepada Robin agar KPK tidak meningkatkan penyelidikan kasus jual beli jbatan di Pemkot Tanjungbalai ke tingkat penyidikan. Aksi Robin tersebut dilakukan bersama pengacara bernama Maskur Husain.

Uang dari Syahrial mengalir ke rekening BCA atas nama adik dari teman perempuan Robin bernama Riefka Amalia maupun rekening Maskur. Jaksa KPK Lie Putra Setiawan menyebut pada bulan November 2020, Syahrial hanya mengirim uang sebeasar Rp350 juta.

"Sehingga pada bulan Desember 2020 terdakwa meyakinkan M Syahrial agar segera mengirim sisa uang yang telah disepakatai dengan kata-kata, 'karena di atas lagi pada butuh bang,'," ungkap Lie di ruang sidang Pengadilan Tindak Pidana Korpsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin (13/9).

Kendati demikian, jaksa KPK tidak menjelaskan lebih lanjut siapa yang disebut Robin dengan istilah 'di atas'. Dari keseluruhan uang yang diberi Syahrial, Robin mendapat bagian Rp490 juta, sementara Maskur Rp1,205 miliar. Robin jgua mendapat pinajaman mobil dinas milik Pemkot Tanjunglabai merek Toyota Innova dari Desember 2020 sampai April 2021.

Atas penyerahan uang ke Robin dan Maskur, Syahrial memperoleh informasi tentang operasi yang dilakukan tim penyidik KPK di Tanjungbalai. Pada November 2020, misalnya, ia mendapat informasi bahwa tim penyidik KPK akan datang ke Kabupaten Labuhanbatu Utara dan Kota Tanjungbalai. Ia lantas menghubungi Robin untuk memastikan hal tersebut.

"Terdakwa kemudian menyampaikan benar ada tim penyidik KPK akan datang ke Kabupaten Labuhanbatu Utara, tetapi tidak akan datang ke Kota Tanjungbalai karean sudah diamankan oleh terdakwa," ungkap Lie.

Kendati demikian, Syahrial mengabarkan Robin serta Azis bahwa kasus jual beli jabatan yang melibatkan dirinya sudah naik ke penyidikan pada April 2021. Itu dibuktikan dengan foto surat pemanggilan saksi atas nama Azizul Kholis. Jaksa Lie menyebut bahwa selanjutnya, Robin akan membicarakan hal itu dengan timnya.

Seusai jaksa KPK membacakan surat dakwaan, Robin sendiri mengaku telah menipu Syahrial. "Saya telah menipu yang bersangkutan dengan menerima uang total Rp1,695 miliar," tandasnya. (OL-8)

 

Baca Juga

Ist/DPR

Biaya Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Membengkak, DPR Minta BPK Audit

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 September 2021, 09:45 WIB
DPR mendorong adanya audit investigasi terhadap proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Khususnya terkait laporan pembengkakan biaya...
Ist/DPR

Pacu Minat Baca Masyarakat, Komisi X DPR Berharap Daerah Kembangkan Pojok Baca

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 26 September 2021, 09:36 WIB
Sofyan Tan mengharapkan kepada pemerintah kabupaten/kota dapat membuat pojok baca yang berada di pedesaan untuk meningkatkan minat baca di...
Antara

DPR: Demokrasi Tak Berarti Sembarangan Berpendapat

👤Cahya Mulyana 🕔Sabtu 25 September 2021, 23:00 WIB
Publik perlu mendukung Polri, untuk mengedepankan penerapan keadilan restoratif dalam kasus pelaporan Haris...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Cegah Konflik di Myanmar semakin Memburuk

Bentrokan antara pasukan perlawanan bersenjata dan militer dalam beberapa hari terakhir telah mendorong gelombang evakuasi baru di wilayah barat laut

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya