Kamis 19 Agustus 2021, 19:06 WIB

Diduga Langgar Kode Etik, Tiga Hakim PN Jakpus Dilaporkan ke KY

Rahmatul Fajri | Politik dan Hukum
Diduga Langgar Kode Etik, Tiga Hakim PN Jakpus Dilaporkan ke KY

MI/Rahmatul Fajri
Kuasa hukum Napoleon Bonaparte, Ahmad Yani, seusai melaporkan tiga hakim PN Jakarta.

 

TIGA hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, yakni Muhammad Darmis yang juga Ketua PN Jakarta Pusat, lalu Syaifudin Zuhri dan Joko Subagyo, dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY) oleh kuasa hukum Napoleon Bonaparte.

Kuasa Hukum Napoleon Bonaparte, Ahmad Yani, melaporkan ketiga hakim yang mengadili kasus red notice kliennya. Sebab, mereka diduga melanggar kode etik prilaku hakim dalam menangani perkara tersebut.

Ada tiga pokok dugaan pelanggaran kode etik perilaku hakim yang dilaporkan. Rinciannya, dugaan abstraction of justice, berikut majelis hakim dalam pertimbangannya banyak memanipulasi data dan mengada-ada, serta tidak sesuai dengan fakta. 

Baca juga: Goyang Tiktok Irjen Napoleon Ekspresi Positif Keputusasaan

Kemudian, Yani menilai harkat dan martabat pengadilan dirontokkan oleh ketua pengadilan yang juga majelis hakim. "Dalam proses persidangan, meminta majelis hakim untuk membongkar kotak pandora rekaman percapakan Napoleon Bonaparte, Tomy Sumardi dan Prasetyo Utama. Majelis menjanjikan untuk membuka rekaman itu," tutur Yani di gedung KY, Kamis (19/8).

Lebih lanjut, Yani mengatakan pada sidang berikutnya, JPU tak bisa menghadirkan Tomy Sumardi. Hakim juga meniadakan agenda itu pada sidang berikutnya. Melihat hal tersebut, Yani menilai patut diduga ketiga hakim melanggar kode etik perilaku hakim. 

Baca juga: Hukumannya Dipangkas, Joko Tjandra Mengaku Belum Puas

Menurutnya, kasus yang menjerat kliennya juga banyak melibatkan sejumlah tokoh penting di Indonesia. "Justru sesungguhnya, ada hal paling besar di republik ini, yaitu bukti siapa di balik kasus Joko Tjandra. Siapa yang menerima (suap) dan itu menyangkut petinggi di republik ini," pungkasnya.

Pihaknya pun meminta KY dapat memproses penanganan perkara penghapusan red notice yang menjerat Napoleon Bonaparte. Yani juga siap memberikan bukti proses persidangan sejak awal ke KY.(OL-11)


 

Baca Juga

dok kejagung

Jokowi Banggakan Kasus Jiwasraya-Asabri Dibongkar Di Hari Anti Korupsi Dunia

👤RO/Micom 🕔Kamis 09 Desember 2021, 12:00 WIB
Jumlah kasus korupsi termasuk luar biasa pada periode Januari sampai November 2021 yang ditangani aparat penegak...
DOK TIM SELEKSI

48 Calon Anggota KPU- Bawaslu Jalani Tes Psikologi Lanjutan

👤 Indriyani Astuti 🕔Kamis 09 Desember 2021, 11:30 WIB
Ketua Tim Seleksi Juri Ardiantoro mengatakan selama tiga hari, 48 peserta akan menjalani tes yang disebut dinamika...
   MI/Susanto

Presiden: Investor Kapok karena Terlalu Banyak Ongkos Sana-sini

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 09 Desember 2021, 11:15 WIB
Perizinan yang berbelit dan panjang merupakan pangkal terjadinya korupsi dan itu akan membuat para investor kabur dari...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya