Kamis 11 Maret 2021, 17:20 WIB

Goyang Tiktok Irjen Napoleon Ekspresi Positif Keputusasaan

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Goyang Tiktok Irjen Napoleon Ekspresi Positif Keputusasaan

ANTARA
Irjen Pol Napoleon Bonaparte (tengah) meluapkan ekspresi seusai pembacaan putusan atas dirinya, di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (10/3).

 

MANTAN Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte sempat membuat awak media tertawa usai majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta memvonisnya 4 tahun penjara. Hakim menyebut Napoleon terbukti bersalah dalam kasus suap penghapusan nama Joko Tjandra dari daftar pencarian orang di sistem keimigrasian.

Sebelum meninggalkan ruang sidang, Napoleon sempat berkelakar saat para perwarta meminta tanggapannya terhadap vonis hakim. Alih-alih menyanggupi permintaan wawancara, Napoleon justru berseloroh untuk bergoyang. "Apa perlu saya goyang Tiktok?" kata Napoleon, Rabu (10/3).

Napoleon lantas menggoyangkan pinggulnya sambil mengangkat tangan kiri, sementara tangan kanannya ke bawah. Napoleon setidaknya menirukan goyangan yang biasa dilakukan orang-orang di aplikasi media sosial asal Tiongkok, Tiktok, itu selama kurang dari tiga detik.

Menurut pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti Abdul Fickar, goyangan ala Tiktok yang dilakukan Napoleon tersebut adalah ekspresi dari keputusasaan yang positif.

"Sehingga ia masih bisa melakukan guyonan dalam menanggapi putusan yang juga menentukan sejarah hidupnya. Hidup mungkin terasa lebih ringan dengan goyang Tiktok," ujar Fickar kepada Media Indonesia, Kamis (11/3).

Fickar mensinyalir apa yang dilakukan Napoleon melalui goyang Tiktok itu bisa saja merupakan bentuk kritikan melalui guyonan. Goyang Tiktok pun saat ini kerap dijadikan alat untuk menyalurkan pendapat masyarakat dengan gaya populer.

"Sehingga sangat terbuka kemungkinan bagi masyarakat, termasuk Irjen Napoleon untuk menyalurkan aspirasi yang di satu sisi mengkritik keadaan yang menimpa dirinya disisi lain juga melakukan guyonan," kata Fickar.

Karena secara teknis dilakukan di luar persidangan, ia berpendapat apa yang dilakukan Napoleon hanya sekadar melepas lelah setelah hakim membacakan putusan. Kendati demikian, Fickar mengingatkan apabila goyang Tiktok dilakukan saat sidang masih bergulir, itu akan menjadi bentuk penghinaan pengadilan.

"Jika disampaikan pada waktu masih berjalannya sidang ini bisa dituntut contempt of court, tidak menghargai peradilan," tandasnya.

Sebelumnya, penasihat hukum Napoleon, Santrawan Paparang, menyebut bahwa goyangan tersebut adalah bentuk ekspresi kliennya. Ia mengatakan apa yang dilakukan Napoleon masih dalam taraf yang sopan dan beradab. "Goyang Tiktok adalah ekspresi saja dari beliau dalam bentuk sopan dan beradab," kata Santrawan.

Napoleon sendiri mengatakan akan mengajukan banding usai majelis hakim yang diketuai Muhammad Damis membacakan vonis yang lebih berat setahun dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU). Ia berdalih lebih baik mati daripada martabat keluarganya dilecehkan terkait kasus yang membelitnya. "Cukup sudah pelecehan martabat yang saya derita dari Juli tahun lalu sampai hari ini," ujar Napoleon.

Dalam putusannya, majelis hakim menilai perbuatan Napoleon telah mencoreng citra, wibawa, dan nama baik institusi Polri. Ia terbukti bersalah karena menerima uang sebesar US$370 ribu dan S$200 ribu atau sekitar Rp7,2 miliar dari Joko Tjandra melalui pengusaha Tommy Sumardi.

"Terdakwa dapat dikualifikasi tidak ksatira. Ibarat lempar batu sembunyi tangan, berani berbuat, tetapi menyangkal perbuatannya. Terdakwa sama sekali tidak menunjukkan penyesalan atas terjadinya tindak pidana dalam perkara ini," tandas Damis. (P-2)

Baca Juga

Dok. DPR Papua

DPR Papua Sambangi Fraksi-fraksi di DPR RI Soal Revisi Otsus

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:45 WIB
Menurut Boy, selama ini banyak opini yang berkembang baik dari pemerintah maupun DPR RI melalui Pansus terkait Revisi UU Otsus yang hanya...
Dok Komnas HAM

Komnas HAM akan Panggil BIN dan BNPT soal Polemik TWK

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:57 WIB
Anam mengatakan Komnas HAM sudah melayangkan surat undangan permintaan keterangan untuk Badan Intelijen Strategis TNI, BNPT, dan...
Antara

63.950 Benur Selundupan Berhasil Disita Aparat di Jambi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 22 Juni 2021, 21:30 WIB
Benur yang disita terdiri dari 62.400 ekor jenis pasir dan 577 ekor jenis mutiara serta jurong jenis pasir atau benur yang mulai menghitam...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya