Minggu 01 Agustus 2021, 10:45 WIB

KPK Minta Pegawai yang Ikut Diklat Bela Negara Serius

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
KPK Minta Pegawai yang Ikut Diklat Bela Negara Serius

MI/Susanto
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Merah Putih KPK, Rasuna Said, Jakarta.

 

PENDIDIKAN dan pelatihan bela negara untuk pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), yang diberi kesempatan kedua untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN), terus berjalan. Lembaga Antikorupsi meminta pegawai yang ikut pelatihan itu serius.

"Saya harap teman-teman dapat mengikuti dengan baik dan sungguh-sungguh dalam setiap rangkaian kegiatan pembelajaran," kata Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi KPK Dian Novianti melalui keterangan tertulis, Minggu (1/8).

Dian mengatakan pelatihan itu bukan sekadar formalitas agar 18 pegawai yang gagal dalam tes wawasan kebangsaan (TWK) bisa jadi ASN. Pelatihan itu diselenggarakan untuk menambah ilmu 18 pegawai tersebut untuk mumpuni menjadi ASN.

Baca juga: 18 Pegawai KPK Antusias Ikuti Diklat Bela Negara

"Diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi dalam menumbuhkembangkan kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan pegawai KPK, dengan sasaran terciptanya kesadaran bela negara dan wawasan kebangsaan dalam menjalankan tugas dan kewajiban di lingkungan KPK," ujar Dian.

Sudah sepuluh hari latihan bela negara diselenggarakan. Sebanyak 18 pegawai KPK mulai belajar di luar kelas sejak Sabtu (31/7).

"Sesuai jadwal, peserta melaksanakan praktik baris-berbaris dan kebugaran jasmani tiap akhir pekan," tutur Dian.

Pelatihan untuk 18 pegawai KPK tinggal 19 hari lagi. Lembaga Antikorupsi itu berharap metode pelatihan tidak disamakan. Hal itu perlu dilakukan karena 18 pegawai itu berasal dari divisi berbeda.

KPK juga meminta pegawai membuang ego saat pelatihan. Sebanyak 18 pegawai diminta berfikir bahwa diklat bela negara dibuat untuk meningkatkan skil dalam memberantas rasuah di Indonesia.

"Kegiatan ini diharapkan tidak menjadi beban bahkan justru menjadi sarana yang positif bagi peserta untuk pengembangan diri dan mendapatkan pengetahuan-pengetahuan baru terkait bela negara dan wawasan kebangsaan," tegasnya. (OL-1)

Baca Juga

Ist/DPR

Bertemu Pengunjuk Rasa di Simalungun, Wakil Ketua Komisi II DPR Siap Panggil PTPN IV

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:47 WIB
Kepada Junimart, para pengunjuk rasa menyampaikan keluhan terkait keberadaan lahan perkebunan milik masyarakat yang kini dikuasi PTPN...
Antara

Ini Isi Telegram Kapolri Tindak Tegas Anggota yang Berbuat Kekerasan

👤Siti Yona Hukmana 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:18 WIB
Ada 11 perintah Kapolri terhadap para Kapolda. Salah satunya menindak tegas anggota yang kedapatan melakukan tindakan represif terhadap...
MI/Susanto

Waspadai Pemerasan Berkedok Surat Kabar Berlogo Mirip KPK

👤Mediaindonesia 🕔Senin 18 Oktober 2021, 20:10 WIB
Ali mengatakan KPK menerima informasi mengenai beredarnya surat kabar berlogo menyerupai logo KPK yang digunakan untuk melakukan pemerasan...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Mencegah Proyek Kereta (jadi) Mubazir

Pembengkakan biaya menjadi biang keladi perlu turun tangannya negara membiayai proyek dengan dana APBN.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya