Senin 12 Juli 2021, 15:58 WIB

Dewas KPK Masih Lakukan Pemeriksaan Kasus Etik Lili Pintauli

 Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Dewas KPK Masih Lakukan Pemeriksaan Kasus Etik Lili Pintauli

ANTARA FOTO/ Reno Esnir
Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Lili Pintauli Siregar menyampaikan klarifikasi dalam konperensi pers di Gedung KPK.

 

DEWAN Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (Dewas KPK) menyatakan laporan dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar masih berproses. Laporan itu kini masuk dalam pemeriksaan pendahuluan dan bakal segera ditentukan lanjut ke sidang etik atau tidak.

"Kasus atau pemeriksaan dugaan pelanggaran kode etik oleh yang dilakukan oleh Ibu Lili, pemeriksaan ini sudah berlangsung pengumpulan bukti-bukti, klarifikasi sudah dilaksanakan. Kemudian sudah masuk ke pemeriksaan pendahuluan," kata anggota Dewas KPK Albertina Ho dalam konferensi pers, Senin (12/7).

Albertina menyampaikan Dewas sesuai dengan hukum acara pada Perdewas Nomor 3 Tahun 2020 di dalam pemeriksaan pendahuluan akan memutuskan nasib laporan dugaan pelanggaran etik tersebur berdasarkan kecukupan bukti. Pada pemeriksaan pendahuluan akan ditentukan layak tidaknya dilanjutkan ke persidangan.

"Nanti hasilnya akan disampaikan apakah akan dilanjutkan ke sidang etik atau dinyatakan cukup bukti untuk dilakukan ke sidang etik, atau dinyatakan tidak cukup bukti. Itu nanti hasil dari pemeriksaan pendahuluan," kata Albertina.

Wakil Ketua KPK Lili Pintauli dilaporkan ke Dewas lantaran dituding melanggar etik. Lili dilaporkan melanggar Pasal 4 ayat (2) huruf a dan Pasal 4 Ayat (2) huruf b Peraturan Dewas KPK Nomor 2 Tahun 2020 tentang Penegakan Kode Etik dan Pedoman Perilaku KPK.

Pelapornya yakni Direktur Pembinaan Jaringan Kerja Antar-Komisi dan Instansi (PJKAKI) KPK Sujanarko dan dua penyidik Novel Baswedan dan Rizka Anungnata.

Lili dianggap menyalahi kode etik lantaran disebut-sebut berkomunikasi dan memberikan informasi penanganan perkara Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

Kemudian, Lili juga disebut-sebut menggunakan jabatannya sebagai pimoinan komisi antirasuah untuk menekan Syahrial terkait persoalan kepegawaian adik iparnya, Ruri Prihatini Lubis, di Perusahaan Daerah Air Minum Tirta Kualo Tanjungbalai. (Dhk/OL-09)

Baca Juga

Dok MI

Produk dalam Negeri Harus Jadi Tuan di Rumah Sendiri

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:42 WIB
"UMKM harus jadi perhatian  karena sektor ini paling luas serapan lapangan kerjanya,"...
MI/Bayu Anggoro

Selesaikan Polemik Penjabat Kepala Daerah dengan Penguatan Birokrasi Sipil

👤Golda Eksa 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:54 WIB
Mengintegrasikan politik kepemiluan agar dapat segera serentak melaksanakan hajat...
Ilustrasi

Ini Rincian Penggunaan Anggaran Tahapan Pemilu 2024

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:28 WIB
Ketua KPU Hasyim Asy’ari menuturkan sebanyak 82,71 persen atau Rp63,405 Triliun digunakan untuk pelaksanaan tahapan pemilu, honor...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya