Rabu 23 Juni 2021, 12:54 WIB

Eksekusi Denda dan Uang Pengganti Adelin Lis Ditangani Kejari Medan

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Eksekusi Denda dan Uang Pengganti Adelin Lis Ditangani Kejari Medan

ANTARA/Hafidz Mubarak A
Terpidana kasus pembalakan liar Adelin Lis

 

TERPIDANA kasus korupsi dan pembalakan liar di Mandailing Natal, yang buron selama 13 tahun, Adelin Lis, telah menjalani eksekusi badan sejak dipulangkan ke Indonesia, Sabtu (19/6).

Adelin, saat ini, masih mendekam di rumah tahanan (Rutan) Salemba cabang Kejaksaan Agung dan menjalani protokol karantina kesehatan selama 14 hari.

Mahkamah Agung, 2008 lalu, mengabulkan kasasi yang diajukan tim jaksa penuntut umum dengan menghukum Adelin pidana 10 tahun penjara.

Baca juga: Bareskrim Temukan Dua Tindak Pidana Adelin Lis Saat Buron

Selain hukuman badan, Adelin juga divonis membayar denda Rp1 miliar subsider 6 bulan, serta pidana uang pengganti sebesar Rp119,8 miliar serta dana reboisasi US$2,938 juta subsider 5 tahun.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Ali Mukartono menyebut eksekusi denda dan uang pengganti Adelin belum dilakukan saat ini. Menurutnya, ekseksui itu akan ditangani oleh jaksa Kejaksaan Negeri Medan, Sumatra Utara.

"Urusan (Kejari) Medan nanti itu, eksekutornya di sana. Penuntut umum sama eksekutor adanya di Kejari. Kalau di sini (JAM-Pidsus Kejagung) penyidikan," kata Ali saat ditemui di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Selasa (22/6) malam.

Saat konferensi pers pemulangan Adelin, Sabtu (19/6) lalu, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak juga mengatakan urusan eksekusi denda dan pidana uang pengganti tidak akan dilakukan dengan segera. Leonard mengatakan pihaknya masih akan memeriksa Adelin.

"Nanti kita lihat setelah kita lakukan pemeriksaan terhadap terpidana," ujarnya, Sabtu (19/6).

Sementara itu, kepulangan Adelin juga masih meninggalkan pekerjaan rumah bagi aparat Polda Sumatra Utara. Pasalnya, penyidik Polda Sumut menersangkakannya dengan pasal tindak pidana pencucian uang (TPPU) pada 6 November 2007, sehari setelah Pengadilan Negeri Medan memutus Adelin bebas dalam perkara korupsi dan pembalakan liar.

Leonard memastikan pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Sumatra Utara untuk menindaklanjuti kasus TPPU yang membelit Adelin.

Sementara itu, Ali menyebut pihaknya terbuka jika diminta menangani kasus tersebut. Kendati demikian, ia menengaskan masalah TPPU yang membelit Adelin saat ini masih menjadi kewenangan Polda Sumut.

"Urusan polisilah, bukan urusan kita. Mau jadi apa enggak urusan dia. Kita posisi menerima. Kita tugasnya selesai di eksekusi," tandas Ali.

Pulangnya Adelin terjadi setelah Pengadilan Singapura menghukumnya dengan denda S$14 ribu dan deportasi atas kasus pemalsuan paspor.

Ia ditangkap Otoritas Imigrasi Singapura pada 2018 dan kasusnya diadili pada 2021. Dalam persidangan, Adelin mengakui kesalahannya.

Sebelumnya, Adelin berencana pulang ke Indonesia melalui Medan setelah mengantongi tiket pulang pada Jumat (18/6). Namun, Jaksa Agung Sanitiar Burhanudin berkukuh Adelin dipulangkan melalui Jakarta karena diklasifikasikan sebagai buronan Kejaksaan berisiko tinggi. (OL-1)

Baca Juga

dok.pribadi

HMI Nilai Yahya Cholil Staquf Mampu Kembalikan Kejayaan NU

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 14:17 WIB
GENERASI muda Nahdlatul Ulama (NU) di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menilai KH. Yahya Cholil Staquf yang juga Khatib Aam PB NU mampu...
Ist/DPR

Awali Rapat Paripurna DPR, Dasco Doakan Warga Terdampak Erupsi Gunung Semeru

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Desember 2021, 10:55 WIB
Sufmi Dasco Ahmad mewakili segenap Anggota DPR menyampaikan belasungkawa atas musibah erupsi gunung Semeru di Kabupaten Lumajang,...
ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Istana Kepresidenan: Tidak Ada Reshuffle Hari Ini

👤Andhika Prasetyo 🕔Rabu 08 Desember 2021, 09:45 WIB
Presiden Joko Widodo pagi ini bertolak ke Kabupaten Siantang, Kalimantan Barat (Kalbar), untuk meninjau lokasi yang terdampak bencana...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya