Selasa 22 Juni 2021, 09:25 WIB

Terimbas Covid-19 Sidang Juliari dan Edhy Prabowo Ditunda

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Terimbas Covid-19 Sidang Juliari dan Edhy Prabowo Ditunda

Antara
Sidang dua bekas menteri yang terbelit kasus korupsi, Juliari Batubara dan Edhy Prabowo ditunda karena meningkatnya kasus Covid-19 di DKI.

 

PENGADILAN Negeri Jakarta Pusat di-lockdwon tiga hari per Selasa (22/6) sampai Kamis (24/6). Penghentian sementara kegiatan operasional pengadilan dilakukan seiring meningkatnya kasus positif covid-19 di Jakarta. Menurut Humas PN Jakarta Pusat Bambang Nurchayono, pihaknya juga telah melaksanakan tes swab pada Senin (21/6) kemarin.

"Terdapat 18 orang yang hasilnya reaktif dan 9 orang yang hasilnya positif covid-19 berdasarkan tes PCR. Dengan demikian yang positif covid-19 berjumlah 27 orang yang terdiri dari hakim, panitera pengganti, jurusita, dan pegawai di lingkungan PN Jakarta Pusat," kata Bambang melalui keterangan tertulis yang diterima Media Indonesia, Selasa (22/6).

PN Jakarta Pusat diketetahui juga menggelar Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Seiring lockdown selama tiga hari, persidangan perkara tipikor yang sedang bergulir saat ini pun terpaksa ditunda. Setidaknya ada dua perkara korupsi yang menarik perhatian publik disidangkan di Pengadilan Tipikor pada PN Jakarta Pusat.

Perkara pertama adalah kasus dugaan korupsi bantuan sosial sembako covid-19 di Jabodetabek. Kasus ini menyeret mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara sebagai terdakwa. Ia diduga menerima suap sebesar Rp32,482 miliar dari fee yang dikutip ke para vendor bansos.

Sementara perkara kedua menjerat mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo terkait suap ekspor bening benih lobster (BBL). Edhy diduga menerima suap dari Direktur PT Dua Putera Perkasa Pratama (DPPP), Suharjito, sebesar US$77 ribu. Selain itu, jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga meyakini ia menerima suap dengan total Rp24,625 miliar dari Suharjito dan para eksportir lainnya untuk melancarkan kegiatan ekspor.

Meskipun kegiatan operasional persidangan di PN Jakarta Pusat dihentikan sementara, Bambang menyebut untuk hal-hal yang sifatnya mendesak tetap dilayani dengan terbatas. Selama lockdown, hakim maupun pegawai yang terpapar covid-19 diberikan izin sakit dan melakukan isolasi mandiri.

"Sementara hakim dan pegawai PN Jakarta Pusat yang sehat tetap melakukan kegiatan pekerjaan dari rumah (work from home)," tandas Bambang. (OL-13)

Baca Juga: Karena Viral, Perekam Perwira Pukul Bawahan di Polda Riau Diburu

Baca Juga

Ist/DPR

Puan: Pemerintah Harus Mendata Anak Yatim Piatu Akibat Covid-19

👤Sri Utami 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 09:32 WIB
Menurut Ketua DPR Puan Maharani, pemerintah harus memiliki data khusus terkait anak-anak kurang beruntung tersebut untuk kemudian...
Antara

Kapolri Tinjau Vaksinasi Covid-19 di Kampus IPB

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 09:25 WIB
Kapolri menyampaikan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi, meskipun ada penurunan secara...
ANTARA/Reno Esnir

KPK Minta Aa Umbara Buktikan Ada Pihak yang Dalangi Kasusnya

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Rabu 04 Agustus 2021, 08:25 WIB
Aa Umbara menyebut HK berupaya mendorong proses...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kenyang Janji dan Pasrah Menunggu Keajaiban

Sejak peristiwa gempa bumi disertai tsunami dan likuefaksi di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulawesi Tengah hingga kini masih banyak warga terdampak bencana tinggal di hunian sementara.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya