Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DETASEMEN Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri telah menangkap 13 terduga teroris di wilayah Riau, pada Senin (14/6) kemarin. Seluruh teroris yang ditangkap berasal dari jaringan Jamaah Islamiyah (JI).
Karo Penmas Polri Brigjen Rusdi Hartono menjelaskan bahwa teroris yang ditangkap berperan untuk menyembunyikan DPO teroris JI.
"Kelompok ini berperan melakukan atau membantu menyembunyikan apabila ada DPO kepolisian yang menyangkut JI, ketika bergerak ke Riau," ucap Rusdi di Jakarta, Selasa (15/6).
Baca juga: Densus 88 Amankan 13 Teroris di Riau
Adapun 13 teroris ini juga melakukan sejumlah kegiatan, seperti latihan pengunaan senjata, yang mencakup senjata tajam dan senjata api. "Yang jelas dari beberapa bulan lalu, Para Wijayanto itu sempat lari sembunyi beberapa lama, salah satunya di Riau. Bila sembunyi di Riau, pasti diamankan oleh kelompok ini," terang Rusdi.
"Ada DPO-DPO lain yang tentunya melakukan hal yang sama, ketika mengamankan diri ke Riau. Kelompok ini yang akan back up daripada kegiatan pengamanan," imbuhnya.
Baca juga: Bom Bunuh Diri Makassar Diduga Aksi Balas Dendam
Terduga teroris, lanjut Rusdi, sudah melakukan upaya penyembunyian buronan di Riau sebelum akhir 2020. Diketahui, Densus 88 melakukan banyak penindakan hukum terhadap anggota JI, yang tersebar di beberapa wilayah. "Aktivitas mereka sejak Desember 2020 ke belakang sudah ada kegiatan," pungkas Rusdi.
Saat ini, penyidik Densus 88 masih melakukan pendalaman terkait kelompok teroris JI yang berada di wilayah Riau. Adapun JI merupakan organisasi teror yang tersebar di wilayah Asia Tenggara.
Kelompok ini bertanggung jawab atas serangan bom Bali pada 2002 silam. Polri menyebut ada 6.000 anggota dan simpatisan yang tergabung dalam JI. Mereka diduga sering berpindah-pindah tempat.(OL-11)
Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya profesionalisme, persatuan, dan kedekatan dengan rakyat dalam tubuh TNI dan Polri
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Lemahnya fungsi pengawasan dinilai menjadi titik krusial yang menghambat keberhasilan agenda reformasi Polri
Presiden Prabowo Subianto memberikan pengarahan kepada jajaran TNI dan Polri dalam rapat pimpinan (rapim) yang digelar di Istana Kepresidenan, Senin (9/2).
SEJUMLAH kementerian dan lembaga negara membahas penguatan moderasi beragama.
Densus 88 mengungkap remaja 14 tahun di Jepara memiliki koneksi dengan pendiri kelompok ekstremis Prancis BNTG dan aktif di komunitas True Crime.
Densus 88 mengungkap fakta mengejutkan: remaja pelaku penusukan di Moskow menuliskan 'Jakarta Bombing 2025' di senjatanya, terinspirasi insiden SMA Negeri 72.
Anggota Polres Tasikmalaya membantu Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri terkait penangkapan dan penggeledahan oleh Densus 88
Pada eklarasi tersebut, sekitar 1.400 orang perwakilan mantan anggota Jamaah Islamiyah siap kembali ke pangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Densus 88 Antiteror Polri mengungkapkan peran tiga terduga teroris jaringan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) berinisial RR, MW, AS, yang ditangkap di Sulawesi Tengah, Kamis (19/12).
Berbagai aktivitas tersebut terjadi di tengah fenomena penurunan serangan teroris di Indonesia atau zero terrorist attack sepanjang tahun 2023 sampai 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved