Kamis 10 Juni 2021, 13:25 WIB

Rizieq Bandingkan Tuntutan JPU dengan Kasus Red Notice yang Ringan

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Politik dan Hukum
Rizieq Bandingkan Tuntutan JPU dengan Kasus Red Notice yang Ringan

Ant/Fakhri Hermansyah
Sidang Rizieq Shihab yang beragendakan pembacaan Pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, yang siarkan daring.

 

MANTAN Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab membandingkan tuntutan yang dijatuhkan jaksa penuntut umum (JPU) kepada dirinya atas perkara hasil swab tes palsu di Rumah Sakit UMMI dengan kasus red notice koruptor Joko Tjandra.

Adapun dalam kasus red notice yang melibatkan Joko Tjandra dan Jaksa Pinangki Sirna Malasari keduanya hanya dituntut empat tahun.

Hal itu diucapkan Rizieq saat dirinya membacakan pledoi atau nota pembelaan atas tuntutan tersebut dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Kamis (10/6).

Rizieq mengemukakan bahwa jaksa telah menyalahgunakan wewenang karena menuntut dirinya dengan hukuman penjara enam tahun yang lebih berat dibandingkan perkara korupsi.

"JPU menjadikan kasus pelanggaran protokol kesehatan sebagai kejahatan yang jauh lebih jahat dan lebih berat dari pada kasus korupsi," papar Rizieq dalam pledoinya.

Rizieq melihat data yang dirilis Indonesia Corruption Watch (ICW) pada 2019 ada 604 koruptor yang divonis di bawah empat tahun penjara.

Kemudian, pada 2020 ICW kembali merilis data bahwa rata-rata koruptor divonis di bawah empat tahun penjara.

"Bahwa dalam kasus korupsi Joko Tjandra, ternyata Joko Tjandra dan Jaksa Pinangki masing-masing hanya dituntut empat tahun penjara," terangnya.

Tak hanya membandingkan dengan kasus red notice Joko Tjandra, Rizieq pun menyebut terdakwa lain dalam perkara red notice itu, yaitu Mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Irjen Napoleon Bonaparte.

Rizieq mengatakan Irjen Napoleon bahkan dituntut jauh lebih rendah yakni hanya tiga tahun penjara terkait kasus korupsi bersama-sama Joko Tjandra dan Jaksa Pinangki. (OL-13)

Baca Juga: Sidang Pledoi Rizieq Terkait Kasus RS Ummi Digelar Hari Ini

Baca Juga

Antara

Relokasi Gereja Yasmin belum Menyelesaikan Sengkarut

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 18:57 WIB
"Akta perjanjian hibah tanah tersebut tidak dapat menganulir putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap," ujar...
Antara

Soal Skandal Impor Emas, Pukat UGM Tunggu Eskperimen Kejagung

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 15 Juni 2021, 18:44 WIB
Menurut Pukat UGM, selama ini sulit membuktikan unsur merugikan perekonomian negara. Sebab, kasus korupsi lebih banyak menggunakan...
ANTARA/Sigid Kurniawan

Polisi Selidiki Pemasok Ganja Musisi Anji

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 15 Juni 2021, 18:19 WIB
Penyidik kepolisian sedang memburu pemasok narkotika jenis ganja untuk musisi Erdian Aji Prihartanto alias...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pengelola Nakal di Hunian Vertikal

TREN masyarakat tinggal di hunian vertikal terus meningkat dalam lima tahun belakangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya