Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
FILM Jembatan Shiratal Mustaqim produksi Dee Company akan tayang mulai 9 Oktober 2025. Film yang dibintangi oleh Imelda Therrine, Agus Kuncoro, Raihan Khan, Mike Lucock, Rory Ashari, dan Eduward Manalu ini menyoroti tentang hukuman bagi para pejabat korup di akhirat.
Disutradarai oleh Bounty Umbara dan diproduseri oleh Dheeraj Kalwani, Jembatan Shiratal Mustaqim menyajikan kisah tentang perbuatan manusia, khususnya para koruptor yang selama hidupnya menumpuk kekayaan dengan merampas hak publik. Lewat visualisasi CGI yang dikerjakan selama satu tahun penuh, film ini menggambarkan perjalanan para koruptor di Padang Mahsyar yang harus melewati Jembatan Shiratal Mustaqim dengan api neraka mengintai di bawahnya.
“Ini bukan sekadar horor tentang hantu, tapi horor tentang keadilan. Di dunia, koruptor bisa sembunyi di balik jabatan, tapi di akhirat tidak ada lobi, tidak ada kompromi. Semua dosa akan terbuka,” ungkap produser Dheeraj Kalwani dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Minggu, (5/10).
Dalam prosesnya, Imelda Therrine merasa sangat tertantang sejak membaca naskah.
“Aku penasaran bagaimana membayangkan akhirat dan memvisualisasikannya untuk penonton. Skripnya sangat menarik, membuat aku semangat mendalami peran,” ungkap Imelda.
“Referensinya sangat banyak, karena kekuasaan memang berbahaya dan mudah membuat orang tergoda. Di pengadilan dunia semua bisa terlihat baik, tapi pengadilan akhirat berbeda,” tambah Agus Kuncoro. (H-4)
Prabowo menyadari bahwa tindakan tegas dalam penegakan hukum seringkali menimbulkan ketidaksukaan dari pihak-pihak tertentu, terutama mereka yang terjerat kasus hukum.
Para pelaku korupsi tetap ingin memanfaatkan uangnya, tetapi pilihan mereka menjadi terbatas.
KASUS perjalanan-penyelenggaraan haji 2023-2024 tentu saja menyentak kita semuanya.
Almas mengatakan Presiden Prabowo dalam berbagai pidato kenegaraannya kerap menggaungkan pemerintahan yang dipimpin akan sangat tegas memberantas korupsi.
Menteri Hukum Supratman Andi Agtas pada April lalu yang mengatakan amnesti tidak akan diberlakukan bagi pelaku korupsi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved