Rabu 09 Juni 2021, 11:58 WIB

KPK Klaim Kasasi Wahyu Setiawan Kuatkan Dugaan Suap Harun Masiku

Candra Yuri Nuralam | Politik dan Hukum
KPK Klaim Kasasi Wahyu Setiawan Kuatkan Dugaan Suap Harun Masiku

ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Pewarta mengambil gambar mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan yang sedang menjalani sidang pembacaan vonis di Gedung KPK, Jakarta.

 

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menerima putusan kasasi kasus suap yang menjerat mantan Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan. Lembaga Antikorupsi menilai putusan itu memperkuat dugaan suap buronan Harun Masiku.

"Dengan putusan ini, maka makin menguatkan dugaan perbuatan tersangka HM (Harun Masiku)," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Rabu (9/6).

Ali mengatakan putusan itu membuat pihaknya makin semangat mencari Harun. Lembaga Antikorupsi berharap Harun dapat ditemukan dalam waktu dekat.

Baca juga: Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin Penuhi Panggilan KPK

"KPK tetap optimis dapat menemukan tersangka HM untuk segera dapat dibawa ke depan proses persidangan tindak pidana korupsi," tegas Ali.

Sebelumnya, KPK menang kasasi dalam kasus suap yang menjerat mantan Komisioner KPU Wahyu Setiawan. Hukuman Wahyu diperberat oleh Mahkamah Agung (MA).

"Pemidanaan yang dijatuhkan kepada terdakwa Wahyu Setiawan perlu diperbaiki sekadar mengenai pemidanaan yang dijatuhkan yaitu dari putusan judex facti menjatuhkan pidana penjara selama enam tahun menjadi tujuh tahun," kata juru bicara MA Andi Samsan Nganro melalui keterangan tertulis, Senin (7/6).

Hukuman denda Wahyu juga ditambah. Dia wajib membayar denda Rp200 juta dalam sebulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap dari sebelumnya Rp150 juta.

Hakim juga memberatkan pidana tambahan berupa pencabutan hak untuk dipilih dalam jabatan publik ke Wahyu. Dia tidak akan dipilih selama lima tahun, dari sebelumnya hanya empat tahun. (OL-1)

Baca Juga

Antara

Kejagung Selisik Kasus Impor Emas dari Singapura

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 15 Juni 2021, 23:50 WIB
Skandal impor emas itu nilainya diduga mencapai Rp47,1...
MI/ Susanto

Pakar Kritisi Lelang Aset Asabri dan Jiwasraya

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Selasa 15 Juni 2021, 21:46 WIB
Menurut Nurkholis, Kejagung melakukan lelang aset merujuk kepada Pasal 45 KUHAP yang terbebani biaya pemeliharaan aset...
Antara

KPK Bantah Kinerjanya Kalah dari Kejagung: Data ICW Keliru

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 15 Juni 2021, 21:23 WIB
Arsul menyebut Kejaksaan Agung berhasil menangani perkara korupsi dengan nilai kerugian Rp56,7 triliun sepanjang 2020, sedangkan KPK hanya...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Orang Rimba masih Berjuang untuk Diakui

MATA Mariau tampak berkaca-kaca kala menceritakan perihnya derita kehidupan anggota kelompoknya yang biasa disebut orang rimba.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya