Selasa 18 Mei 2021, 09:28 WIB

Begini Rencana BKN untuk 75 Pegawai KPK yang Tak Lulus TWK

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Begini Rencana BKN untuk 75 Pegawai KPK yang Tak Lulus TWK

dok.mi
Ilustrasi

 

BADAN Kepegawaian Negara (BKN) menyiapkan skenario untuk 75 pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang gagal tes wawasan kebangsaan (TWK). Penyidik senior KPK Novel Baswedan cs harus mengikuti pendidikan kilat (Diklat) Kedinasan.

"Nanti akan dirapatkan dulu. Dikaji alternatif-alternatif yang memungkinkan berdasarkan peraturan perundangan," ujar Kepala BKN Bima Haria Wibisana kepada Media Group News, Selasa (18/5).

Ia mengatakan pengkajian itu dalam rangka mengikuti titah Presiden Jokowi dan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) mengenai alih fungsi pegawai KPK. Dalam amanatnya MK meminta perubahan status tidak boleh merugikan pegawai KPK.

Menurut dia, sejumlah alternatif harus dikaji untuk memastikan nasib 75 pegawai KPK. Namun demikian tidak ada satu pun dari alternatif itu dengan langsung mengangkat langsung Novel Baswedan cs menjadi ASN.

"Tidak ada arahan untuk mengangkat langsung. Bisa dibaca pasal 3, 4 dan 5 UU No 5/2014 tentang ASN," jelasnya.

Bima mengatakan 75 pegawai tidak perlu untuk TWK ulang. "Namun mengikuti diklat kedinasan," tutupnya.

Sebelumnya Presiden Jokowi angkat bicara terkait polemik alih status pegawai KPK yang belakangan terus memanas. Presiden menyampaikan sependapat dengan putusan MK yang menyatakan alih status tak boleh merugikan hak pegawai KPK.

"Saya sependapat dengan pertimbangan MK dalam putusan pengujian Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua UU KPK yang menyatakan bahwa proses pengalihan status pegawai KPK menjadi ASN tidak boleh merugikan hak pegawai KPK untuk diangkat menjadi ASN," ucap Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (17/5).

Sebelumnya, sebanyak 75 pegawai KPK dinyatakan tak lolos TWK. Mereka kini dinonaktifkan diminta menyerahkan tugasnya ke atasan. Jokowi menyatakan hasil TWK sebaiknya menjadi perbaikan ke depan dan tidak menjadi dasar pemberhentian pegawai.

"Hasil tes wawasan kebangsaan terhadap pegawai KPK hendaknya menjadi masukan untuk langkah-langkah perbaikan KPK baik terhadap individu-individu maupun institusi KPK dan tidak serta merta dijadikan dasar untuk memberhentikan 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lolos tes," ucap Jokowi.

Presiden menyampaikan perlu dilakukan langkah-langkah perbaikan di level individu maupun organisasi di KPK. Presiden mengatakan jika dalam hasil TWK pegawai KPK yang tak lolos terdapat kekurangan, masih ada jalan untuk perbaikan antara lain melalui jalur pendidikan kedinasan.

"Saya minta kepada para pihak terkait khususnya pimpinan KPK, Menpan-RB, dan Kepala BKN untuk merancang tindak lanjut bagi 75 pegawai KPK yang dinyatakan tidak lulus tes dengan prinsip-prinsip sebagaimana saya sampaikan tadi," ucapnya.Presiden menegaskan KPK harus memiliki sumber daya manusia (SDM) terbaik dalam memberantas korupsi.

Menurut Kepala Negara, pengalihan status pegawai KPK menjadi ASN harus menjadi bagian dari upaya pemberantasan korupsi yang lebih sistematis."KPK harus memiliki SDM terbaik dan berkomitmen tinggi dalam upaya pemberantasan korupsi. Oleh karena itu, pengalihan status pegawai KPK menjadi ASN harus menjadi bagian dari upaya untuk pemberantasan korupsi yang lebih sistematis," tutupnya. (OL-13)

Baca Juga: Prospek Karier Jurusan Sains Data: Kuliah Tepat untuk Millenial ?

Baca Juga

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

Tak Usul Anggaran Tambahan, DPR Apresiasi Sikap Menpora Amali

👤Ilham Ananditya 🕔Rabu 16 Juni 2021, 09:14 WIB
Menpora Zainudin Amali berusaha memaksimalkan penggunaan anggaran pagu indikatif belanja pada RAPBN 2022 sebesar Rp.1.948.783.392.000...
dok.mi

TWK Sesuai UU KPK, Pimpinan KPK Hadir ke Komnas HAM Tak Masalah

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 16 Juni 2021, 07:37 WIB
PIMPINAN KPK akan memenuhi panggilan Komnas HAM terkait kasus Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) pada Kamis (17/6/2021)...
Dok MI

Skor Antikorupsi Indonesia Tahun Ini Meningkat

👤Candra Yuri Nuralam 🕔Rabu 16 Juni 2021, 06:48 WIB
KPK mengaku senang dengan skor tahun ini. Apalagi, mendapatkan peningkatan angka dari empat tahun...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Orang Rimba masih Berjuang untuk Diakui

MATA Mariau tampak berkaca-kaca kala menceritakan perihnya derita kehidupan anggota kelompoknya yang biasa disebut orang rimba.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya