Selasa 18 Mei 2021, 08:06 WIB

Sejumlah Gugatan Kandas, Kubu KLB Demokrat Disebut Kalah Telak

Fachri Audhia Hafiez | Politik dan Hukum
Sejumlah Gugatan Kandas, Kubu KLB Demokrat Disebut Kalah Telak

Ilustrasi
Lambang dan bendera Partai Demokrat

 

TIM Advokasi Hukum Partai Demokrat Muhajir mengatakan kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatra Utara, kalah telak lantaran sejumlah gugatan yang diajukan kandas di pengadilan.

Terbaru, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus) menolak gugatan yang diajukan kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatra Utara. Gugatan itu diajukan mantan Ketua DPC Demokrat Halmahera Utara (Halut) Yulius Dagilaha dan ditujukan kepada Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Setelah ditolaknya permohonan pengesahan hasil KLB Deli Serdang oleh Kementerian Hukum dan HAM, dan tiga kali penolakan gugatan para pendukung KSP Moeldoko dan Jhoni Allen di PN Jakpus, maka skor saat ini pelaku KLB ilegal Deli Serdang kalah 0-4," kata Muhajir dalam keterangan tertulis, Selasa (18/5).

Baca juga: AHY Klaim KLB Buat Partai Demokrat Makin Solid

Menurut Muhajir, ditolaknya gugatan tersebut membuktikan permohonan gugatan tak berlandaskan hukum. Sebab, persoalan internal partai mestinya diselesaikan melalui mahkamah partai.

"Berdasarkan Pasal 32 Undang-Undang Partai Politik Nomor 2 Tahun 2011, perselisihan internal parpol diselesaikan oleh mahkamah partai yang keanggotaannya telah disahkan oleh Menkumham. Jadi, tidak langsung ke pengadilan," ujar Muhajir.

Gugatan nomor 167/Pdt.Sus-Parpol/2021/PN.Jkt.Pst. diajukan Yulius Dagilaha karena tak terima diberhentikan sebagai Ketua DPC Demokrat Kabupaten Halut. Pada amar putusan disebutkan, majelis hakim mengabulkan eksepsi Tergugat dalam hal ini kubu AHY.

Kemudian, PN Jakpus menyatakan tidak berwenang memeriksa dan mengadili perkara partai politik itu. Majelis hakim juga memerintahkan penggugat membayar biaya perkara.(OL-5)

Baca Juga

Dok. DPR Papua

DPR Papua Sambangi Fraksi-fraksi di DPR RI Soal Revisi Otsus

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:45 WIB
Menurut Boy, selama ini banyak opini yang berkembang baik dari pemerintah maupun DPR RI melalui Pansus terkait Revisi UU Otsus yang hanya...
Dok Komnas HAM

Komnas HAM akan Panggil BIN dan BNPT soal Polemik TWK

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:57 WIB
Anam mengatakan Komnas HAM sudah melayangkan surat undangan permintaan keterangan untuk Badan Intelijen Strategis TNI, BNPT, dan...
Antara

63.950 Benur Selundupan Berhasil Disita Aparat di Jambi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 22 Juni 2021, 21:30 WIB
Benur yang disita terdiri dari 62.400 ekor jenis pasir dan 577 ekor jenis mutiara serta jurong jenis pasir atau benur yang mulai menghitam...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya