Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KELUARGA besar Kelasi Kepala (Klk) Edi Siswanto, warga Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jatim, salah satu dari 53 personel awak KRI Nanggala-402 yang dinyatakan gugur berharap jasad korban bisa segera dievakuasi agar segera dimakamkan.
Serma Sukirman yang merupakan kakak kandung korban masih terus berharap agar jasad adiknya Klk Edi Siswanto segera dapat dievakuasi. "Saya sebagai kakaknya berharap yang terbaik," ungkap Sukirman mendampingi istri Klk Edi Siswanto, Nia Sri Ekawati beserta keluarga besarnya, Senin (26/4).
Walau dinyatakan gugur, lanjut dia, keluarga besar berharap jasad almarhum segera ditemukan supaya bisa dimakamkan. Menurut dia, hingga saat ini keluarga masih terus mengikuti perkembangan proses pencarian di sekitar Selat Bali.
Atas nama keluarga, Sukirman juga mengungkapkan ucapan terima kasih atas perhatian yang diberikan Bupati Yuhronur Efendi bersama jajaran Forpimda
Lamongan yang menyempatkan waktu mengunjungi rumah duka.
"Terima kasih atas perhatian Bapak Bupati, Bapak Kapolres dan Pak Dandim yang telah datAng ke kediaman kami. Turut nyuwun doanya untuk adik saya. Semoga diberikan yang terbaik oleh Allah," tuturnya.
Sebelumnya, Bupati Lamongan Yuhronur bersama Kapolres Lamongan AKB Miko Indrayana dan Dandim 0812 Letkol Inf. Sidik Wiyono, mengunjungi kediaman keluarga besar almarhum di Desa Sumberaji Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan.
Bupati juga menyatakan support dan dukungannya kepada keluarga atas insiden yang dialami Klk Edi Siswanto. "Saya mewakili segenap jajaran pemerintahan serta masyarakat Lamongan turut berduka cita, apapun yang terjadi terhadap Klk Edi Siswanto semoga keluarga diberi yang terbaik, kedatangan kami kemari untuk memberikan support dan dukungan kepada keluarga," ungkap Bupati saat berada di rumah duka. (OL-13)
Baca Juga: Evakuasi KRI Nanggala-402 Butuh Kajian Matang
PRESIDEN Joko Widodo (Jokowi) menganugerahkan Tanda Kehormatan Samkarya Nugraha untuk KRI Nanggala-402 yang tenggelam di perairan Bali pada 2021 lalu.
Mantan Komandan Kala Seram KRI Nanggala 402 wafat setelah menjalani perawatan di RS Mintohardjo, Jakarta.
Perumahan ini dibangun di atas lahan 2 hektare dan mulai dibangun sejak 23 Agustus 2021. Ada 53 unit rumah khusus untuk Pahlawan KRI Nanggala 402
Kegiatan tersebut adalah murni dukungan kemanusian dari Noah, Musica Studio, serta paduan suara Unpar tanpa ada unsur komersial sedikitpun.
TNI Angkatan Laut membangun monumen untuk mengenang peristiwa tenggelamnya kapal selam KRI Nanggala-402 di Laut Bali.
Selama pelaksanaan operasi salvage ini telah dilaksanakan penyelaman sebanyak 20 kali dan berhasil mengangkat material-material penting
Adapun operasi SAR yang menjadi perhatian masyarakat antara lain kecelakaan pesawat pada 3 Agustus 2025 terhadap pesawat latih PK-S126 yang jatuh di Desa Benteng, Ciampea.
Baznas melalui Baznas Tanggap Bencana (BTB) bergerak cepat melakukan evakuasi warga yang terjebak banjir di sejumlah wilayah di Kota Tangerang dan Kabupaten Karawang.
Pemkot Bandung memberi bantuan yang difokuskan pada upaya evakuasi korban serta operasional dapur umum bagi warga terdampak bencana longsor di Cisarua
Ia mengatakan dua korban diduga tertimbun longsor saat bekerja di area pertanian/perkebunan dan jauh dari pemukiman penduduk.
Pemerintah daerah telah menetapkan Status Tanggap Darurat sejak 23 Januari 2026 selama 14 hari guna memastikan penanganan dilakukan secara cepat, terpadu, dan terkoordinasi.
Kru kapal tersebut yakni Sriram Veeramani Krishnan (L/43) merupakan WNA asal India yang mengalami gangguan kesehatan saat berlayar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved