Senin 19 April 2021, 19:09 WIB

Jaksa Tolak Permohonan Justice Collaborator Penyuap Kasus Bansos

Tri Subarkah | Politik dan Hukum
Jaksa Tolak Permohonan Justice Collaborator Penyuap Kasus Bansos

Antara
Wartawan mengambil gambar tayangan sidang kasus suap pengadaan bansos covid-19.

 

JAKSA Penuntut Umum (JPU) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menolak permohonan justice collaborator terhadap Harry Van Sidabukke, pengusaha yang didakwa melakukan suap dalam proyek pengadaan bantuan sosial (bansos) sembako covid-19. 

Pasalnya, Harry belum memberikan keterangan signifikan terkait perkara yang melibatkan mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

"Terdakwa belum memberikan keterangan yang sangat signifikasn terkait dengan peran, atau keterlibatan pihak lain, atau kesediaan terdakwa untuk membongkar pelaku tindak pidana korupsi lainnya, atau perkara yang lebih besar," ujar JPU KPK Mohamad Nur Azis di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (19/4).

Baca juga: Penyuap Bansos Covid-19 ke Mensos Juliari Dituntut 4 Tahun Penjara

Harry yang didakwa memberikan suap sebesar Rp1,28 miliar kepada Juliari melalui Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek tersebut, Adi Wahyono, serta Matheus Joko Santoso, juga belum memberikan keterangan sebagai saksi dalam sidang penerima suap. 

Menurut jaksa KPK, keterangan Harry dalam sidang untuk terdakwa Juliari, Adi dan Matheus dibutuhkan untuk melihat konistensinya. "Konsitensi dari keterangan terdakwa dalam persidangan a quo sangat dibutuhkan untuk mengungkap peran Juliari, Matheus dan Adi sebagai pihak yang diduga terlibat dalam perkara sembako covid-19," jelas Azis.

Baca juga: Ada Pos Pengaduan, Korban Korupsi Bansos Dipersilakan Lapor

Namun, JPU KPK tetap membuka peluang untuk mengabulkan permohonan justice collaborator Harry. Ini dimungkinkan jika Harry memberikan keterangan siginifikan di kemudian hari. Sehingga, dapat mengungkap kejahatan dan pelaku lain yang lebih besar.

Sebelunya, jaksa KPK menuntut Harry dengan hukuman empat tahun penjara dan denda Rp100 juta subsider 4 bulan kurungan. Suap yang diberikan Harry kepada Juliari melalui Adi dan Matheus, bertujuan agar dirinya mendapatkan jatah pengadaan paket sembako covid-19 di wilayah DKI Jakarta, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan dan Kota Bekasi.(OL-11)
 

 

Baca Juga

dok.ist

Koalisi Rakyat Melawan Neokolonialisme Harus Dibangun

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 28 Juni 2022, 19:47 WIB
BERKURANGNYA angka kemiskinan hanya 0,19% di Sumsel dari 12,88% menjadi 12,79% pada 2020 ke 2021, menunjukkan sebuah kehancuran cita-cita...
MI/ Susanto

Kejahung Periksa Petinggi Kemenperin untuk Kasus Impor Besi Baja

👤Tri Subarkah 🕔Selasa 28 Juni 2022, 19:42 WIB
Seperti halnya Liliek, penyidik juga mendalami pengetahuan Budi seputar pertimbangan teknis atas persetujuan...
ANTARA/Widodo

Parpol Sepakat Menghilangkan Polarisasi di Pemilu 2024

👤Mediaindonesia 🕔Selasa 28 Juni 2022, 19:34 WIB
Seluruh kontestan dan koalisi diminta menghindari kampanye yang menimbulkan pembelahan di tengah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya