Sabtu 20 Maret 2021, 10:01 WIB

BSI Diminta Atasi Stagnasi Pangsa Pasar Perbankan Syariah Nasional

mediaindonesia.com | Politik dan Hukum
BSI Diminta Atasi Stagnasi Pangsa Pasar Perbankan Syariah Nasional

MI/ANDRI WIDIYANTO
Bank Syariah Indonesia

 

BANK Syariah Indonesia (BSI) diminta untuk mengatasi stagnasi pangsa pasar perbankan syariah nasional dalam rangka meningkatkan inklusi dan literasi masyarakat terkait ekonomi syariah di Tanah Air.
  
''BSI diharapkan mampu mengakhiri stagnasi pangsa pasar industri perbankan syariah nasional, yang dalam satu dekade terakhir hanya mampu berada pada kisaran 5%,'' ujar Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (20/3).
  
Anis Byarwati berpendapat bahwa pengoperasian BSI menjadi tonggak sejarah penting bagi perkembangan industri keuangan syariah di Indonesia. 

Baca Juga: Duh, Indonesia ternyata Telat Terapkan Ekonomi Keuangan Syariah
  
DPP PKS Bidang Ekonomi dan Keuangan ini menegaskan, di tengah kegembiraan tersebut, kita tetap harus melihatnya dalam perspektif yang kritis agar kebijakan ini bisa dioptimalkan. Untuk itu, ujar dia, salah satu langkah yang bisa dilanjutkan oleh Pemerintah dalam mendorong perbankan syariah untuk lebih berkembang pasca merger, adalah segera mengeluarkan kebijakan insentif perpajakan.
  
''Dengan adanya insentif fiskal akan bisa membuat bank syariah lebih efisien dan kompetitif. Jika pemerintah membedakan perlakuan ini, kita berharap bisa meningkatkan literasi dan inklusi bank syariah yang masih rendah,'' tegasnya.
  
Selain memberikan insentif perpajakan, Anis juga memberi saran agar Pemerintah dan DPR memperhatikan regulasi perbankan Syariah. UU No. 21 Tahun 2008 tentang Perbankan Syariah sudah cukup lama yaitu 13 tahun sehingga perlu segera diamandemen.

Baca Juga: Bank Syariah Indonesia Perkuat Pembiayaan Perumahan

Selain itu, ujar dia, UU Perbankan Syariah sebaiknya terintegrasi dengan regulasi industri keuangan lainnya.
  
Sebelumnya, Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia TBK Hery Gunardi dalam diskusi virtual ISEI Jakarta, Rabu (17/3), menyebutkan bahwa pada 2020 pertumbuhan aset perbankan syariah dan dana pihak ketiga (yoy) masih tumbuh hingga dua digit angka.
  
''Dari sisi aset masih tumbuh double digit sebesar 13,11% pada 2020, di sisi dana pihak ketiga juga mengalami pertumbuhan sebesar 11,88%, pembiayaan juga tumbuh positif sebesar 8,08%,'' kata dia.
  
Kondisi tersebut, lanjut Hery, lebih baik dibandingkan perbankan konvensional maupun perbankan nasional yang disibukkan kepanikan di segmen kecil dan menengah, konsumer, serta wholesale sepanjang 2020.
  
Hery menyebutkan aset perbankan konvensional tumbuh 6,73%, kemudian dana pihak ketiga yang tumbuh 10,92%, namun -3,02% dari sisi pembiayaan. Tidak jauh berbeda dengan aset perbankan nasional yang tumbuh 7,12%, dana pihak ketiga tumbuh 10,99% serta -2,32% dari
sisi pembiayaan.
  
Kendati demikian, Hery menyadari bahwa penetrasi bank syariah di Indonesia masih sangat rendah dibandingkan dengan negara tetangga Malaysia yang mencapai angka 29% maupun negara di kawasan timur tengah seperti Saudi Arabia yang menembus angka 63%.
  
''Kalau kita bandingkan dengan negara-negara lainnya di akhir 2020 yang lalu masih sekitar 6,51% masih di bawah 7%,'' ungkapnya.
  
Namun mengingat penduduk Muslim Indonesia yang mencapai 209,1 juta orang dan didukung sejumlah aspirasi yang telah disampaikan pemerintah untuk memperkuat peran industri keuangan syariah, pihaknya optimistis BSI bisa sesegera mungkin memasuki jajaran 10 besar bank syariah dunia. (Ant/OL-10)

Baca Juga

MI/MOHAMAD IRFAN

NasDem Tegur Hillary Brigitta Lasut yang Minta Pengalawan TNI

👤Putra Ananda 🕔Kamis 02 Desember 2021, 21:53 WIB
NasDem tak pernah menginstruksikan kader yang menjadi anggota dewan mengajukan permintaan ajudan kepada...
MI/M. Irfan

Jaksa Eksekusi Uang Penganti Korupsi IM2 Sebesar Rp1,3 Triliun 

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 02 Desember 2021, 19:52 WIB
Gedung IM2 di tanah seluas 24.440 meter persegi yang terletak di Ragunan, Jakarta Selatan menjadi salah satu aset yang...
Ilustrasi

Buron Korupsi Mesin Genset yang Rugikan Negara Rp21 Miliar Ditangkap 

👤Tri Subarkah 🕔Kamis 02 Desember 2021, 19:35 WIB
im Kejaksaan menangkap Mochtar pada Kamis (2/12) sekira pukul 14.00 WIB di kawasan Menteng, Jakarta...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya