Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Penyidikan pada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (JAM-Pidsus) Kejaksaan Agung Febrie Ardiansyah mengungkap adanya transaksi yang dilakukan antara salah satu tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan dan dana investasi di PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI) ke petinggi Sriwijaya Air.
Ini diketahui setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap para petinggi maskapai dalam negeri tersebut. Menurut Febrie, penyidik menemukan transaksi yang dilakukan antara mantan Direktur Utama ASABRI Mayjen (Purn) Adam Rachmat Damiri dan Chandra Lie yang merupakan pendiri sekaligus Wakil Komisaris Sriwijaya Air.
"Salah satu komisaris, Chandra Lie, bisnisnya dengan si Adam Rahmat Damiri," ujar Febrie di Gedung Bundar Kejagung, Jakarta, Selasa (16/3).
Kendati demikian, Febrie belum dapat menyimpulkan adanya perbuatan melawan hukum dalam transaksi yang dilakukan keduanya. Ia menyebut transaksi itu bersifat personal, berupa bisnis pribadi.
"Kita pastikan belum ada alat buktinya bahwa bisnis itu dalam kualifikasi sama-sama atas dasar tipikor (tindak pidana korupsi)," terang Febrie.
Baca juga: Kejaksaan-BPK Hitung Ulang Kerugian Negara di Kasus ASABRI
Febrie menjelaskan pemeriksaan yang dilakukan penyidik untuk menggali apakah ada uang dari kantong ASABRI yang digunakan oleh Adam untuk bertransaksi dengan Chandra. Sebab, apabila uang yang digunakan adalah milik ASABRI, maka harus dilakukan penyitaan.
"Nah itu dilakukan pendalaman ke transaksi bisnis personal," tukasnya.
Selain Chandra, Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Leonard Eben Ezer Simanjuntak juga mengatakan penyidik memeriksa dua Komisaris Sriwijaya lainnya, yakni Hendry Lie dan Fandy Lingga. Mereka diperiska sebagai saksi pada Selasa (9/3) lalu.
Pemeriksaan terhadap ketiga petinggi Sriwijaya itu menurut Leonard untuk mencari fakta hukum dan mengumpulkan alat bukti terkait korupsi ASABRI yang diperkirakan merugikan negara Rp23 triliun lebih.(OL-5)
Asabri berhasil mendapatkan Peringkat Ke-2 BUMN dengan Kategori Volume Belanja Terbesar ke Seller Rekomendasi pada ajang PaDi Business Forum & Showcase 2025.
PT Asabri (Persero) bergerak cepat dalam mendampingi masyarakat yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di wilayah Sumatra dengan mengirimkan bantuan untuk warga yang terdampak.
Dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2025, PT Asabri (Persero) menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan seluruh peserta secara berkelanjutan.
Partisipasi Asabri dalam program ini juga menjadi wujud nyata kontribusi perusahaan terhadap pembangunan ekonomi nasional.
Empat novum yang diajukan itu di antaranya laporan keuangan, risalah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), mutasi rekening bank, serta dokumen pembagian dividen.
PT Asabri (Persero), mendukung realisasi visi Indonesia Emas 2045 melalui berbagai program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perseroan.
Keempat maskapi tersebut adalah Lion Air, Airfast Indonesia, Sriwijaya Air, dan NAM Air.
FANDY Lie (FL), adik bos Sriwijaya Air Hendry Lie segera diadili dalam kasus tindak pidana korupsi pengelolaan tata niaga komoditas timah.
KEJAKSAAN Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) menyampaikan pihaknya belum dapat memanggil bos Sriwijaya Air atau tersangka dari kasus korupsi timah, Hendry Lie alias HL
Permasalahan yang dimaksud yaitu perubahan thrust lever (tuas dorong) sebal kiri menjelang ketinggian 11 ribu kaki.
Nurcahyo mengaku pihaknya tak mengetahui penyebab suara pilot tak terekam. Diduga, pilot tidak menggunakan headset atau perangkat komunikasi selama mengudara.
“Bahwa benar adanya akun Instagram Sriwijaya Air telah diretas, dan kini kami berupaya secepatnya agar akun tersebut pulih seperti sediakala."
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved