Minggu 28 Februari 2021, 17:47 WIB

Kasus Nurdin Abdullah Diduga Terkait Balas Budi Politik

Dhika Kusuma Winata | Politik dan Hukum
Kasus Nurdin Abdullah Diduga Terkait Balas Budi Politik

MI/Mohamad Irfan
Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Egi Primayogha.

 

INDONESIA Corruption Watch (ICW) menduga kasus dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah berkaitan dengan persoalan biaya politik tinggi dan praktik balas budi. Maraknya kepala daerah yang terjerat korupsi diyakini bertalian erat dengan ongkos politik saat maju di pemilihan.

"Untuk menutupi kebutuhan pemilu, kandidat pejabat publik seperti kepala daerah kerap menerima bantuan dari pengusaha. Kandidat juga perlu memberikan mahar politik sehingga saat menjadi pejabat publik ia akan melakukan berbagai upaya untuk melakukan balas budi," kata peneliti ICW Egi Primayogha, Minggu (28/2).

ICW berpandangan praktik balas budi itu saat ini masih marak di kalangan kepala daerah yang maju dalam pemilihan. Lazimnya, mereka memiliki kesepakatan memfasilitasi permintaan dari pengusaha atau pun pihak lain yang memiliki jasa dalam pemilihan. Ketika terpilih, kesepakatan diwujudkan di antaranya melalui praktik-praktik korupsi.

ICW menilai penetapan tersangka Nurdin semestinya menjadi pintu masuk bagi penegak hukum untuk menelusuri aspek-aspek lain seperti aliran dana suap yang diterima.

"KPK perlu menelusuri hal tersebut untuk membuktikan apakah ada pihak lain yang turut menikmati uang tersebut, baik individu, atau organisasi seperti partai politik. Jika terbukti, maka pihak-pihak tersebut patut ikut dijerat. Penelusuran itu menjadi penting mengingat biaya politik dalam kontestasi pemilu di Indonesia teramat mahal," ucapnya.

KPK menetapkan tiga tersangka dari hasil tangkap tangan itu. Selain Nurdin, KPK juga menetapkan tersangka Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Sulsel Edy Rahmat dan Direktur PT Agung Perdana Bulukumba, Agung Sucipto.

Agung diduga menyerahkan uang senilai Rp2 miliar kepada Nurdin melalui Edy. Uang itu diduga untuk pengerjaan proyek Wisata Bira yang sebelumnya telah dilakukan oleh perusahaan Agung. (Dhk/OL-09)

Baca Juga

ANTARA

Presiden Minta Kepala Daerah Buat Kebijakan Yang Terfokus

👤Andhika Prasetyo 🕔Kamis 15 April 2021, 02:45 WIB
PRESIDEN Joko Widodo menginstruksikan kepada seluruh kepala daerah terpilih dari ajang Pilkada 2020 untuk membuat kebijakan yang fokus...
Antara

Mendagri Minta Pemda Perketat Pengawasan Penggunaan Anggaran

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 14 April 2021, 23:42 WIB
Menteri Dalam Negeri, Muhammad Tito Karnavian, meminta pemerintah daerah memperketat pengawasan internal melalui penguatan peran...
MI/Susanto

Pengamat : Waspadai Sebaran Hoaks soal Partai Demokrat

👤Putra Ananda 🕔Rabu 14 April 2021, 23:32 WIB
Hoaks ini dikatakan oleh Isnaini cenderung mirip dengan upaya Menteri Penerangan Publik dan Propaganda Nazi di era Perang Dunia...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Tajamnya Lancang Kuning di Lapangan

 Polda Riau meluncurkan aplikasi Lancang Kuning untuk menangani kebakaran hutan dan lahan. Berhasil di lapangan, dipuji banyak kalangan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya