Kamis 28 Januari 2021, 16:24 WIB

CPI Melorot, ICW Desak Pemerintah Serius Berantas Korupsi

Sri Utami | Politik dan Hukum
CPI Melorot, ICW Desak Pemerintah Serius Berantas Korupsi

Antara/Indrianto Eko Suwarso.
Logo KPK.

 

SKOR Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2020 yang baru saja dilansir Transparency International menjelaskan nasib pemberantasan korupsi yang mengalami kemunduran. Skor Corruption Perception Index (CPI) 2020 dan peringkat global Indonesia turun drastis, dari 40 pada 2019 menjadi hanya 37 pada 2020.

Peringkat global Indonesia dari 85 dunia kembali turun menjadi 102. Data tersebut, menurut peneliti ICW Kurnia Ramadhana, menjelaskan bahwa politik hukum pemerintah semakin menjauh dari agenda penguatan pemberantasan korupsi.

"Dalam kurun waktu 10 tahun terakhir, Indonesia selalu mengalami peningkatan yang cukup signifikan dalam upaya pemberantasan korupsi. Praktis hanya 2013 dan 2017 yang stagnan di skor 32 dan 37, dan sisanya selalu mengalami kenaikan," ujarnya saat dihubungi, Kamis (28/1).

Melorotnya skor CPI 2020 Indonesia semestinya menjadi koreksi keras bagi kebijakan pemberantasan korupsi. Data tersebut sekaligus membantah seluruh klaim pemerintah yang menarasikan penguatan KPK dan pemberantasan korupsi.

Pangkal persoalan utama pemberantasan korupsi di Indonesia yang terjadi belakangan ini tidak bisa dilepaskan begitu saja dari kebijakan pemerintah pada sepanjang tahun lalu. Saat itu pemerintah dan DPR ngotot merevisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 (UU KPK).

"Padahal masyarakat sudah mengingatkan bahwa kebijakan tersebut keliru dan berpotensi besar melemahkan agenda pemberantasan korupsi. Bahkan organisasi internasional seperti Koalisi United Nation Convention Against Corruption turut mengkritik langkah pemerintah," cetusnya.

Merujuk pada hasil CPI 2020 terakhir dan sebagai upaya mengembalikan reputasi atas pemberantasan korupsi yang kuat dan serius, ICW mendesak pemerintah untuk  segera memperkuat legislasi pemberantasan korupsi dengan memprioritaskan program legislasi nasional pada perbaikan UU Tipikor, UU Perampasan Aset, UU Pembatasan Transaksi Tunai, dan mengembalikan semangat UU KPK lama melalui Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang untuk membatalkan perubahan Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi.

"Presiden harus bertanggung-jawab penuh untuk memastikan bahwa program pencegahan korupsi berjalan efektif di semua lembaga pemerintahan, termasuk BUMN dan BUMD," tukasnya. (OL-14)

Baca Juga

MI/AGUS M

Pemerintah dan DPR Diminta Putuskan Keikutsertaan Daerah Pemekaran pada Pemilu

👤 Indriyani Astuti 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 14:04 WIB
Titi lebih jauh menjelaskan, alokasi kursi dan jumlah daerah pemilihan (dapil) pada pemilu telah dikunci dalam lampiran Undang-Undang...
ANTARA FOTO/Umarul Faruq

Pengamat : Peluang Laksamana Yudo Jadi Panglima TNI Masih Terbuka

👤mediaindoesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 13:15 WIB
Pengamat Khairul Fahmi, mengatakan selama belum memasuki masa pensiun peluang Laksamana Yudo Margono untuk menjadi Panglima TNI masih...
MGN/ Candra Yuri Nuralam

Bendum PBNU Bakal Lawan Status Tersangka KPK Lewat Praperadilan

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 25 Juni 2022, 12:09 WIB
Mardani menimbang untuk menempuh praperadilan karena sejak sejak awal yakin tidak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya