Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
SAKTI Wahyu Trenggono didapuk Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) menggantikan Edhy Prabowo, yang tersangkut kasus korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)
Pengusaha kelahiran Semarang pada 3 November 1962 ini sudah tidak asing di dunia politik. Trenggono sempat menjabat sebagai wakil menteri pertahanan di era kabinet Jokowi putaran kedua.
Trenggono sebelumnya menjabat sebagai Wakil Menteri Pertahanan mendampingi Prabowo Subianto. Dia juga mengambil posisi sebagai bendahara Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Trenggono muda mengawali karier di Federal Motor PT Astra International Tbk, hingga menjabat sebagai General Manajer Manajemen Informasi dan Sistem PT Astra Internasional.
Setelah mundur dari Astra, Trenggono merintis bisnis di bidang telekomunikasi. Ia memutuskan menjadi pebisnis penyedia infrastruktur telekomunikasi menara BTS. Jalan yang dia pilih menghasilkan cuan yang tidak sedikit.
Di kalangan industri, pria lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB) ini, lebih dikenal sebagai seorang pengusaha yang bergerak di penyediaan Menara Base Transceiver Station (BTS).
Trenggono juga merupakan perintis PT Solusindo Kreasi Pratama (SKP), komisaris utama PT Tower Bersama Infrastruktur, penyedia infrastruktur menara telekomunikasi terbesar di Indonesia dengan memiliki lebih dari 14.000 menara. Pria ini juga salah satu inisiator berdirinya Asosiasi Penyedia Menara Telekomunikasi Indonesia (ASPMITEL).
Dia juga pendiri PT Teknologi Riset Global Investama sejak 2007, perusahaan penanaman investasi yang bergerak di bidang telekomunikasi, teknologi, properti, media, dan e-commerce. Di luar teknologi, Selain itu, Trenggono juga menjabat sebagai komisaris di PT. Merdeka Copper Gold Tbk dari tahun 2018.
Dari Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) per 16 Januari 2020, kekayaan Trenggono terdaftar sebesar Rp1.947.253.281.442. Mayoritas hartanya berupa surat berharga senilai Rp1,6 triliun.
Sedangkan harta tidak bergerak milik Trenggono sebanyak 42 aset senilai Rp54 miliar berbentuk tanah dan bangunan Jakarta, Bekasi, Sragen, dan Boyolali. Dia juga mengoleksi otomotif seperti mobil Land Rover, Audi RS Sedan, Toyota Vellfire, Audi Q3 Jeep, Mercedes Benz dan Motor Honda Beat. (OL-8)
Selain Tom Lembong, masih ada beberapa mantan menteri era Jokowi yang terjerat kasus korupsi. Berikut beberapa mantan menteri tersebut.
Seharusnya Prabowo berkaca pada kabinet pemerintahan Jokowi.
“Setahu saya ada. Kan Pak Prabowo sudah ngomong kalau nama-nama dari kabinet Pak Jokowi yang bagus-bagus akan juga dipakai untuk membantu beliau."
MENTERI Sosial Tri Rismaharini bungkam saat ditanya rencana mundur dari kabinet Presiden Jokowi. Ia hanya tersenyum dan melambaikan tangan ke awak media, Selasa (3/9).
PDIP berharap reshuffle kabinet di akhir masa jabatan ditujukan untuk meningkatkan kinerja. Pasalnya, persoalan perekonomian rakyat mendesak untuk diselesaikan.
Saat ditanya lebih lanjut soal Menteri ESDM Arifin Tasrif yang akan digantikan oleh Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, Presiden enggan menjawab kabar tersebut.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Yayasan Pesisir Lestari (YPL) menegaskan penguatan ekonomi biru Indonesia harus berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem laut.
Komoditas ikan patin kini naik kelas, bukan sekadar ekspor, melainkan masuk ke rantai pasok pangan haji dan umrah dunia,
KKP memastikan ketersediaan ikan hasil budi daya aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadan hingga Idulfitri 1447 Hijriah.
Menteri KKP menjelaskan polemik anggaran kapal yang disebut sudah cair oleh Menkeu. Industri galangan belum terima order karena proses pengadaan masih berjalan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, dana untuk pembelian kapal yang ada di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejatinya memang belum dicairkan
MENTERI Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono merespons pernyataan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terkait dana pembelian kapal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved