Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRI Jenderal Idham Azis mengatakan di sepanjang tahun 2020 tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Teror Mabes Polri telah menangkap dan menetapkan 228 tersangka tindak pidana terorisme di Indonesia.
Idham merinci sebanyak 70 tersangka telah memasuki tahapan persidangan. Sementara, 146 orang masih dalam proses penyidikan. Terkini, dua tersangka telah menjalani sidang. Terakhir, sebanyak 10 orang diproses hukum.
“Ada dua buronan teroris ditangkap,” ucap Idham, pada acara rilis akhir tahun Polri 2020 di Mabes Polri Jakarta, Selatan, Selasa (22/12).
Idham menyebut pihaknya telah menangkap sebanyak 23 teroris yang tergabung dalam kelompok Jamaah Islamiyah (JI). Adapun dua diantaranya merupakan eks DPO (daftar pencarian orang) polisi selama belasan tahun.
Baca juga: Ketua KPK Firli Bahuri Ciptakan Puisi Untuk Ibu
Yang pertama ialah Upik Lawanga yang merupakan pelaku dalang di balik bom Gor Poso, bom Tentena, Bom Pasar Sentral. Upik sendiri telah menjadi DPO selama 14 tahun.
Sementara Zulkarnain ialah dalang di balik bom Bali I. Zulkarnain telah menjadi buron selama 19 tahun. Zulkarnain juga berperan sebagai perakit high explosive bomb. Selain itu, dia juga perakit senjata api yang memiliki kemampuan militer.
Sebelumnya, sebanyak 23 orang terduga teroris yang ditangkap di Lampung tengah dibawa ke Jakarta. Para terduga teroris tersebut tergabung dalam kelompok teror Jamaah Islamiyah (JI). (OL-4)
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) guna mengurai kepadatan pada puncak arus balik Lebaran 2026.
Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo memprediksi puncak arus balik Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah akan dimulai pada 24 Maret 2026.
Kapolri menyatakan hal tersebut guna mengantisipasi potensi kecelakaan di tempat wisata seiring dengan melonjaknya jumlah wisatawan pada momen libur nasional tersebut.
Sebanyak 86 rekaman CCTV telah dikumpulkan dan dipaparkan dalam proses penyelidikan. Seluruh rekaman tersebut kini dianalisis untuk mengungkap peristiwa secara menyeluruh
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyatakan penyidik telah mengamankan 86 rekaman CCTV untuk mengungkap identitas pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.
Guna menjamin keamanan perjalanan, Kapolri menegaskan, pemeriksaan teknis kendaraan (ramp check) dan pemeriksaan kesehatan bagi awak bus menjadi prioritas utama
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved