Kamis 10 Desember 2020, 17:40 WIB

Pertanyaan Diulang, Terdakwa Prasetijo Mengaku Lelah

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
Pertanyaan Diulang, Terdakwa Prasetijo Mengaku Lelah

Antara
Terdakwa Prasetijo Utomo

 

BEKAS Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo mengaku lelah dengan seluruh proses hukum. Khususnya mengenai pertanyaan yang diulang saat dirinya sebagai saksi juga terdakwa.

"Kami bersama terdakwa (Djoko Tjandra) juga sama dilakukan di sidang Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur, di sini saya ditanya penerimaan uang dan Jakarta Timur saya tanya penerimaan uang saya akui. Surat jalan juga saya juga ditanya di sini dan di sana apa ini bisa ne bis in idem. Mohon keringanan yang mulia saya lelah," ujar Prasetijo saat bersaksi dalam persidangan dengan terdakwa Djoko Tjandra, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Kamis (10/12).

Dalam perkara ini Djoko Tjandra didakwa memberi suap terhadap jaksa Pinangki Sirna Malasari sejumlah 500 ribu dolar Singapura, mantan Kepala Divisi Hubungan Internasional Polri Inspektur Jenderal Napoleon Bonaparte sejumlah 200 ribu dolar Singapura dan 270 ribu dolar AS serta mantan Kepala Biro Koordinasi dan Pengawasan (Kakorwas) Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Bareskrim Polri Brigjen Prasetijo Utomo senilai 150 ribu dolar AS.

Baca juga : Polisi Cekal Rizieq Shihab agar tidak Kabur ke Luar Negeri

Menurut Prasetijo pertanyaan yang diajukan dalam persidangan ini kerap sama dengan jalannya sidang yang menempatkan dirinya bertindak sebagai terdakwa pemalsuan surat untuk Djoko Tjandra. Ia pun meminta pertanyaan yang sudah terjawab tidak lagi diulang.

Ia juga mengatakan perjalanan karirnya di kepolisian selama 30 tahun bisa tidak membuat pengakuan penerimaan uang dari Djoko Tjandra. Namun hal itu tidak dilakukan dengan alasan membantu pengungkapan perkara supaya terang benderang.

"Tapi demi terangnya saya akui uang itu sudah saya berikan ke Propam (Divisi Profesi dan Pengamanan Polri)," katanya.

Menanggapi hal itu, Hakim Ketua, Muhammad Damis menilai alasan lelah dari Prasetijo tidak bisa diterima. Proses pembuktian salah satunya dengan meminta keterangan saksi harus tetap berjalan meskipun dalam persidangan lain telah dilakukan.

"Sekecil info akan kita perhatikan terkait ne bis in idem kami tidak bisa tanggapi kecuali itu dituangkan dalam pledoi maka majelis akan tanggapi itu," pungkasnya. (OL-2)

 

Baca Juga

Dok. DPR Papua

DPR Papua Sambangi Fraksi-fraksi di DPR RI Soal Revisi Otsus

👤Thomas Harming Suwarta 🕔Selasa 22 Juni 2021, 23:45 WIB
Menurut Boy, selama ini banyak opini yang berkembang baik dari pemerintah maupun DPR RI melalui Pansus terkait Revisi UU Otsus yang hanya...
Dok Komnas HAM

Komnas HAM akan Panggil BIN dan BNPT soal Polemik TWK

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 22 Juni 2021, 22:57 WIB
Anam mengatakan Komnas HAM sudah melayangkan surat undangan permintaan keterangan untuk Badan Intelijen Strategis TNI, BNPT, dan...
Antara

63.950 Benur Selundupan Berhasil Disita Aparat di Jambi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Selasa 22 Juni 2021, 21:30 WIB
Benur yang disita terdiri dari 62.400 ekor jenis pasir dan 577 ekor jenis mutiara serta jurong jenis pasir atau benur yang mulai menghitam...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kereta Api Makassar-Parepare Membangun Ekonomi dan Peradaban

Belanda pernah membuat jalur kereta api Makassar-Takalar, namun sejak Jepang berkuasa jalur itu dibongkar. Dan baru era sekarang, Sulawesi Selatan kembali memiliki jalur  kereta api

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya