Senin 30 November 2020, 10:59 WIB

Presiden Minta Kepastian Pelaksanaan Vaksinasi

Nur Azizah | Politik dan Hukum
Presiden Minta Kepastian Pelaksanaan Vaksinasi

Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris
Presiden Joko Widodo, meninjau kesiapan Puskesmas Tanah Sereal, Bogor, Jawa Barat, yang akan menggelar simulasi vaksinasi, Rabu (18/11/2020)

 

PRESIDEN Joko Widodo meminta kepastian mengenai waktu pelaksanaan vaksinasi. Meski dia pernah menyebut vaksinasi bakal digelar awal 2021 paling telat.

"Saya juga minta kepastian mengenai vaksin dan mulainya vaksinasi," kata Jokowi di Istana Merdeka,Jakarta, Senin (30/11).

Sebelumnya, Jokowi menyebut Indonesia bakal memakai vaksin Covid-19 yang terdaftar di Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Namun Presiden tak menyebut merek atau asal negara vaksin tersebut.

Presiden memastikan vaksin yang akan diberikan memiliki keefektivan melemahkan virus. Presiden juga menjamin bahwa vaksin bakal disuntikan ke masyarakat aman.

Indonesia berpeluang membeli vaksin Covid-19 dari Moderna, perusahaan asal Amerika Serikat. Dalam hasil uji klinis tahap tiga, vaksin ini diklaim mampu melumpuhkan virus hingga 94,5 persen. Vaksin covid-19 dari Moderna telah dibidik beberapa negara seperti Inggris dan Uni Eropa. Namun, belum dipastikan kapan negara tersebut akan menerima suplai vaksin Moderna.

baca juga: Kemenkes Catat Ada 1.655 Klaster Covid-19 Sejak Maret 

Selain Moderna, vaksin covid-19 dari perusahaan Pfizer dan BionTech juga diklaim berhasil mencegah infeksi virus. Saat ini, Pfizer masih melangsungkan uji klinis tahap tiga bersamaan dengan ujicoba vaksin covid-19 dari Sinovac dan AstraZeneca. (OL-3)
 

Baca Juga

Antara

Haris Azhar: Berantas Ekstremisme Bukan dengan Menghakimi Ideologi

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 27 Januari 2021, 01:23 WIB
Menurutnya, dalam keadaan sulit atau terdesak akibat kondisi ekonomi, seseorang bisa bertindak...
Antara

KPK Selisik Dugaan Aliran Suap PT DI ke Setneg

👤Cahya Mulyana 🕔Selasa 26 Januari 2021, 23:05 WIB
KPK memeriksa Kepala Biro Umum Sekretariat Kemensetneg Piping Supriatna dan mantan Sekretaris Kemensetneg Taufik...
MI/ADAM DWI

Diskriminasi Disebut Untungkan Calon Tunggal Pilkada Balikpapan

👤Indriyani Astuti 🕔Selasa 26 Januari 2021, 22:25 WIB
Tindakan diskriminatif penyelenggara pemilu membuat pemantau pemilu tidak maksimal melakukan sosialisasi kotak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya