Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYERAPAN dana bantuan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ditargetkan bakal terserap hingga 100% di sektor perlindungan sosial. Hal ini lantaran anggaran perlindungan sosial dari dana PEN disalurkan secara rutin.
Sekretaris Eksekutif I Komite Penanganan Covid-19 dan PEN Raden Pardede menyampaikan, bila dilihat secara umum, anggaran PEN sudah terserap di atas 50% atau sekitar Rp366,80 triliun. Untuk sektor perlindungan sosial bahkan sudah mencapai lebih dari 80% di tahun ini.
“Sektor tertentu seperti perlindungan sosial memang lancar sekali, ada juga sektor lain yang masih di bawah 40% ini terjadi bukan tanpa alasan,” jelas Raden dalam acara Prime Talk di Metro TV, Kamis (5/11).
Raden menyebut, memang ada insentif koorporasi yang sampai saat ini belum terserap. Bahkan, dia memprediksi sektor tersebut tidak akan terserap hingga akhir tahun.
Sementara itu, menurut Raden, insentif itu berupa peringanan pajak perusahaan. Sedangkan, saat ini mayoritas perusahaan sedang merugi sehingga pengusaha nampaknya tidak akan atau menunda membayar pajak tahun ini.
“Kalau kita lihat Rp695 triliun itu tidak semua berupa insentif dana langsung, contohnya yang tidak langsung adalah insentif usaha. Kemungkinan besar tidak akan terserap, itu bentuknya insentif pajak. Karena insentif pajak pengusaha kemungkinan tidak akan bayar pajak tahun ini,” jelas dia.
Sementara itu, untuk in- sentif kesehatan kemungkinan tetap akan terserap meski prosesnya lambat. Hal ini terganjal oleh regulasi pencairan dana.
“Biasanya kan ini untuk pembelian alkes (alat-alat kesehatan), ada juga yang diperuntukkan untuk membeli vaksin, bisa jadi dibayarkan akhir bulan atau awal bulan selanjutnya, jadi ada penumpukan pencairan dana,” jelas dia.
Selain itu, Raden menyebut, Kementerian Keuangan dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sedang bersinergi untuk membuat regulasi pemakaian insentif yang akan disalurkan pada perusahaan BUMN. Sehingga, dana PEN juga bisa bermanfaat memulihkan koorporasi.
“Paling lambat bulan ini sudah harus rampung karena memang setelah itu ada percepatan penyerapan anggaran,” ujarnya.
Meski masih jauh dari target yang akan dicapai, dalam dua bulan terakhir, dana PEN tersebut akan terus digenjot menuju 100% agar dapat menjadi penopang perekonomian di tahun mendatang.
“Ini akan terserap menu- ju arah 100% sampai akhir tahun. Dua bulan terakhir akan terus dipercepat meski sudah akseleratif,” ujarnya.
Dana program PEN yang akan dikebut dalam dua bulan terakhir ini ialah untuk program pembiayaan, pinjaman ke daerah, pinjaman bagi BUMN, dan penyertaan modal negara (PMN) bagi BUMN.
“Akan dipercepat di sisi pembiayaan, pinjaman ke daerah, dan PMN ke BUMN dan pinjaman BUMN. Ini akan cukup akseleratif dalam sisa dua bulan di 2020 ini,” tandas dia. (Gan/S-2)
Melihat ancaman besar terhadap keberlanjutan layanan kesehatan dasar, dr. Harmeni mendirikan Symptomedic, platform telemedisin dan layanan pengantaran obat.
ANCAMAN kesehatan global kembali muncul dari Tiongkok. Setelah virus corona yang menyebabkan pandemi covid-19, kali ini virus baru influenza D (IDV) ditemukan.
Sengketa gaji Cristiano Ronaldo dengan Juventus terkait penundaan pembayaran saat pandemi covid-19 masih berlanjut. Putusan arbitrase dijadwalkan 12 Januari 2026.
Teknologi vaksin mRNA, yang pernah menyelamatkan dunia dari pandemi covid-19, kini menghadapi ancaman.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Studi Nature Communications ungkap pandemi Covid-19 mempercepat penuaan otak rata-rata 5,5 bulan, meski tanpa infeksi. Siapa yang paling terdampak?
Melalui PEN pemda, PT SMI berperan sebagai alat countercyclical pemerintah untuk menanggulangi dampak perubahan situasi ekonomi yang signifikan seperti pandemi covid-19.
Ketiga tersangka dugaan korupsi pembangunan ruas jalan itu yakni Kuasa Direktur CV Lembata Jaya berinisial LYL, Pejabat Pembuat Komitmen berinisial AP, dan konsultan pengawas, YM.
KPK menahan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Muda Laode Gomberto. Dia merupakan tersangka kasus dugaan suap pengajuan dana pemulihan ekonomi nasional daerah (PEN) covid-19
Penyaluran sebesar Rp628,44 miliar ini dengan capaian 78,42 persen dari total dana desa untuk Kaltim yang sebesar Rp777,27 miliar.
Pelaku UMKMĀ dituntut untuk adaptif terhadap perkembangan zaman melalui inovasi dan kreasi digital.
Hasil pemeriksaan saksi, KPK mengungkapkan tersangka meminta suap agar bisa mencairkan dana PEN Kabupaten Muna.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved