Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT Papua dari LIPI Adriana Elisabeth mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum segera memproses secara hukum Alpius Hasim Madi dari Koramil Hitadipa yang diduga menembak Pendeta Yeremia Zanambani.
Selain membuktikan komitmen pemerintah dalam menuntaskan kasus penembakan di Intan Jaya tersebut, proses hukum tersebut untuk memenuhi rasa keadilan bagi korban dan keluarganya.
“Sebaiknya perkara ini segera diproses secara hukum yang adil dan terbuka untuk membuktikan komitmen pemerintah,” katanya ketika dihubungi, Senin.
Menurut Adriana, saat ini tidak ada alasan bagi pemerintah maupun aparat penegak untuk tidak menindaklanjuti hasil temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) yang sudah dilaporkan beberapa waktu lalu. Apalagi, tambah Adriana, Komnas HAM sudah melengkapi laporan TGPF yang menyebutkan kronologis dan pelaku penembakan.
“Hasilnya pun sudah diberikan kepada 3 lembaga yaitu TNI, Polri, dan BIN untuk ditindaklanjuti,” ungkapnya.
Kedua laporan ini, lanjut Adriana, belum termasuk laporan dari tim kemanusiaan DPRD Papua yang dilakukan sebelumnya. “Laporan ini lebih dulu ada hasilnya sebelum TGPF menyampaikan temuannya,” jelasnya.
Menurut Adriana, ada kemungkinan lamanya tindak lanjut laporan TGPF masih menunggu masukan dari TNI, Polri, dan BIN. “Semoga tidak ada istilah “baku tukar info”,” pungkasnya. (OL-4)
Kelima warga itu sebelumnya berangkat ke Papua pada 14 Februari 2026 untuk bekerja dalam proyek pembangunan yang dijanjikan oleh seorang mandor.
11 bandara perintis di tiga provinsi Papua kini telah diamankan sepenuhnya oleh pasukan TNI setelah Februari lalu ditutup akibat gangguan keamanan oleh kelompok kriminal bersenjata atau KKB
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menekankan pentingnya analisis dan evaluasi terhadap kebijakan yang sudah tidak relevan dengan kondisi terkini.
Papua Connection menyerukan penghentian kekerasan bersenjata di Tanah Papua, khususnya yang menyasar warga sipil, guru, dan tenaga kesehatan.
Insiden penyerangan terjadi di Pos Pengamanan PT Kristal Kilometer 38, Kampung Lagari Jaya, Distrik Makimi, Kabupaten Nabire.
KAPOLRES Nabire AKBP Samuel Tatiratu, mengatakan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Aibon Kogoya menyerang pos milik PT Kristalin yang berlokasi di Makimi, Kabupaten Nabire.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved