Senin 19 Oktober 2020, 16:08 WIB

TGPF Minta Pemerintah Kedepankan Dialog Tangani Papua

Cahya Mulyana | Politik dan Hukum
TGPF Minta Pemerintah Kedepankan Dialog Tangani Papua

MI/Marcel Kelen
Suasana di Intan Jaya, papua

 

TIM Gabungan Pencari Fakta (TGPF) telah merampungkan investigasi kematian Pendeta Yeremia Zanambani di Intan Jaya ,Papua. Tim yang diketahui Benny J Mammoto ini melampirkan sekitar 20 rekomendasi.

Butir-butir rekomendasi ditujukan kepada sejumlah lembaga dan instansi. Selain membuat pesan khusus untuk kepolisian, TGPF juga meminta pemerintah menggunakan pendekatan dialogis dalam menangani keamanan di Bumi Cendrawasih.

"Rekomendasi TGPF banyak, kurang lebih 20an. Itu ditujukan kepada presiden, menteri, TNI/Polri, Kompolnas, Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) hingga Komnas HAM," kata Anggota TGPF Edwin Partogi Pasaribu kepada Media Indonesia, Senin (19/10).

Menurut Wakil Ketua LPSK ini rekomendasi yang diberikan TGPF untuk presiden menyangkut pendekatan kebijakan negara dalam mengentaskan persoalan keamanan di Papua. TGPF menilai pemerintah harus mengambil langkah dialogis ketimbang pendekatan lain yang rentan menimbulkan persoalan baru.

"Iya dialogis, rekomendasi mengenai pendekatan negara ke depan dalam penanganan keamanan Papua," tegasnya.

Ia juga menjelaskan laporan investigasi kematian Pendeta Yeremia Zanambani yang sedianya diberikan TGPF kepada Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD hari ini, Senin (19/10) dan berubah menjadi Rabu (21/10) sudah final.

Tidak ada disenting opinion karena semua pihak di TGPF menyepakati isi dari intisari investigasi yang berlangsung selama 14 hari di Intan Jaya secara bulat.

"Setahu saya laporan sudah final dan disetujui secara bulat (oleh pimpinan dan anggota TGPF)," urainya.

Erwin menjelaskan perubahan jadwal penyerahan laporan dari TGPF ke Mahfud MD semata-mata masalah teknis. Tidak ada hal lain yang menjadi penyebab perubahan jadwal seremonial tersebut.

"Ini soal teknis saja karena kesibukkan Menkopolhukam (Mahfud MD)," pungkasnya. (OL-4)

Baca Juga

Antara

Penangkapan Edhy Prabowo Bukti Revisi UU Tak Bikin KPK Melempem

👤Rudy P 🕔Minggu 29 November 2020, 15:08 WIB
"Tidak ada pelemahan tupoksi wewenang KPK melalui UU KPK Baru...
Ilustrasi

PP Muhammadiyah: Teror di Sulteng Akibat Ketegangan Sosial

👤Emir Chairullah 🕔Minggu 29 November 2020, 14:05 WIB
PP Muhammadiyah mendesak pemerintah melalui aparat keamanan segera bertindak dan menindak tegas pelaku teror di Kabupaten Sigi, Sulawesi...
Ilustrasi

Pekerjaan Pimpinan Sebelumnya Recoki Tugas KPK Saat Ini

👤Kautsar Bobi 🕔Minggu 29 November 2020, 13:48 WIB
"Di sela-sela (kerja KPK) saat ini masih direcoki pekerjaan-pekerjaan yang kemarin tidak didapati oleh kepemimpinan sebelumnya,...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya