Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Boy Rafli Amar mengingatkan pentingnya penguatan pembinaan tradisi dalam lingkungan aparatur sipil negara (ASN). Menurut Boy, hal itu diperlukan agar para ASN tidak terpapar radikalisme.
Boy mengatakan strategi tersebut harus dilakukan di semua tantanan, baik pemerintahan daerah, kementerian/lembaga, bahkan para ASN yang bekerja di KBRI. Ia mencontohkan salah satu hal yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan upacara bendera.
Baca juga: Mantan Penyidik KPK Brotoseno Bebas Bersyarat
"Penguatan tradisi misalnya upacara bendera, pengucapan Pancasila, kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya, secara konsisten dan berkelanjutan," kata Boy dalam webinar bertajuk Strategi Menangkal Radikalisme pada Aparatur Sipil Negara, Rabu (2/9).
Menurut Boy, rentetan upacara tersebut tidak boleh dianggap sepele. Sebab, hal tersebut bisa mengingatkan para ASN terhadap jati diri bangsa.
"Kelihatannya upacara rutin, upacara bendera, tapi punya makna mendalam. Di situ ada wujud sebuah upaya mengajak semua, mengingat kembali, bahwa kita adalah anak bangsa," jelas Boy.
Ia juga mengatakan bahwa pada momen tersebut, pimpinan instansi memiliki kesempatan untuk menguatkan nilai-nilai kebangsaan dalam diri jajarannya.
"Karena mereka pemimpin, bertanggung jawab terhadap implementasi konsititusi negara, Pancasila, undang-undang yang terkait ASN sendiri," ujarnya.
Baca juga: Polri Tunda Proses Hukum Calon Kepala Daerah saat Pilkada 2020
Boy juga mengingatkan perlu adanya pengawasan pimpinan secara berjenjang untuk mendeteksi kemungkinan sikap intoleran personel ASN.
"Kita berharap semua organisasi dalam manjemen pelaksaannanya mengedepankan tingkat pengawasan yang dilakuakan pimpinan dan secara berjenjang, tentunya mendeteksi kemungkinan personel mengarah ke sikap intoleran," tandas Boy. (OL-6)
PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperketat pengawasan terhadap seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) guna menangkal praktik gratifikasi dan penyalahgunaan jabatan.
Transfer dana THR dari pemerintah pusat sudah masuk ke rekening kas umum daerah (RKUD).
Pensiunan harus menjaga keamanan data pribadi dan tidak memberikan informasi penting kepada pihak yang tidak dapat dipastikan kebenarannya.
Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan pencairan tunjangan hari raya (THR) bagi aparatur sipil negara (ASN) diperkirakan akan rampung dalam waktu sekitar satu pekan ke depan.
KPK menanggapi peluang pengembalian 57 mantan pegawai yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK) 2021 setelah Komisi Informasi Pusat memerintahkan BKN membuka hasil tes.
TERNYATA fenomena honorer tidak hanya terdapat di lingkungan guru di persekolahan, di lingkungan perguruan tinggi pun telah lazim terjadi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved