Jumat 28 Agustus 2020, 03:44 WIB

RI Raih Rp1,52 Triliun Kurangi Emisi Gas

Fer/Des/X-10 | Politik dan Hukum
RI Raih Rp1,52 Triliun Kurangi Emisi Gas

DOK KLHK
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) mengucapkan selamat kepada Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar

 

INDONESIA mendapat pengakuan dari komunitas global atas keberhasilan mengurangi emisi gas rumah kaca dari kegiatan deforestasi dan degradasi hutan.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar menuturkan pengakuan tersebut berupa persetujuan dari Green Climate Fund (GCF) untuk mengucurkan dana senilai US$103,78 juta atau sekitar Rp1,52 triliun sebagai bentuk pembayaran kinerja.

‘’Ini disebut sebagai skema result based payment (RBP) dari program REDD+, yakni pengurangan emisi dari kegiatan deforestasi dan degradasi hutan,’’ jelasnya dalam konferensi pers secara daring di Jakarta, kemarin.

Sidang Ke-26 Dewan GCF pada 18-21 Agustus 2020 menyetujui proposal pendanaan REDD+ Indonesia sebagai penerima pendanaan terbesar, melampaui proposal Brasil yang telah disetujui sebelumnya senilai US$96,5 juta.

Program percontohan untuk REDD+ dengan skema RBP dari GCF ini dimulai pada 2017 dan akan berlangsung sampai dengan 2022. Indonesia merupakan negara kelima yang berhasil mengakses program percontohan senilai US$500 juta ini.

‘’Hal itu menjadi bukti, komitmen, dan kinerja Indonesia dalam pengendalian perubahan iklim. Jadi ini bukan klaim Indonesia sepihak, tapi klaim yang diverifikasi kebenaran data dan konsistensi metodologi,’’ ujarnya.

Ia mengatakan pembiayaan dari GCF akan digunakan kembali untuk pemulihan lingkungan sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo.

‘’Ini kembali dipakai untuk pemulihan lingkungan dan ditangani oleh Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH),’’ tukasnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan kebahagiaan atas keberhasilan itu. “Terima kasih KLHK sudah menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia tidak hanya berkomitmen terhadap perubahan iklim, tapi ditunjukkan dengan capaian konkret dalam bentuk pembayaran ini,” jelasnya.

Menkeu mengungkapkan bahwa pendanaan yang diterima itu dapat membantu APBN untuk memenuhi kebutuhan pendanaan perubahan iklim. Ia menyebutkan pemerintah sendiri telah menyediakan anggaran sebesar Rp89,6 triliun per tahun sejak 2016 dalam rangka mengatasi perubahan iklim. (Fer/Des/X-10)

Baca Juga

ANTARA/HO-BPCB Jatim

BPCB Jatim Sebut Temuan Arca di Kediri Mirip Masa Majapahit

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Januari 2021, 02:00 WIB
"Jika ditelusuri dari ciri-ciri bentuk arca, posisi, dan bentuk reliefnya, temuan ini mirip dengan arca pada masa Kerajaan...
Dok. BNPT

Perpres 7/2021 Perkuat Upaya BNPT Tanggulangi Terorisme

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Selasa 19 Januari 2021, 00:53 WIB
Perpres itu merupakan inisiatif dan prakarsa BNPT sebagai salah satu upaya penanggulangan terorisme yang mengedepankan pendekatan lunak...
Dok C&R

Mangkir, Polisi Layangkan Panggilan Kedua untuk Nindy Ayunda

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 19 Januari 2021, 00:30 WIB
Penyanyi jebolan kontes menyanyi salah satu merk kecantikan tersebut tidak tampak kedatangannya, baik memberi konfirmasi baik langsung...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya