Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
KELOMPOK oposisi yang masih berseberangan dengan pemerintah karena kekalahan Pemilihan Presiden (Pilpres) tahun lalu, tidak perlu membuat propaganda yang menghasut rakyat untuk membenci pemerintah.
"Jangan bikin propaganda untuk menghasut rakyat agar mendiskreditkan serta menebar kebencian kepada pemerintah," kata praktisi hukum Muhammad Kapitra Ampera dalam keterangan resminya, kemarin, terkait terbentuknya Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI) yang diinisiasi Mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin beserta koleganya.
Menurut dia, sudah seharusnya kelompok masyarakat di Indonesia bersatu mengatasi dampak buruk pandemi covid-19 yang terjadi saat ini. "Kalau kita mencinta Negeri ini, ayo kita bersama-sama untuk fokus bagaimana membantu sesama manusia mengatasi covid-19 ini," tuturnya.
Kapitra pun menilai apa yang telah dilakukan oleh pemerintah Indonesia saat ini sudah cukup baik. Menurut dia, sekarang ini Indonesia secara pemerintahan cukup baik dalam mengatasi pandemi covid-19 dibandingkan dengan negara tetangga seperti Singapura. Kementerian Perdagangan dan Industri Singapura mencatat secara tahunan/year-on-year (YoY) ekonomi mereka menyusut 13,2% pada kuartal yang berakhir 30 Juni 2020. Adapun kondisi ekonomi Indonesia hanya terkontraksi minus 5,32%.
"Itu artinya, recovery ekonomi yang ambruk akibat pandemi covid-19 di negara kita lebih baik daripada negara-negara lainnya," ujarnya.
Itu sebabnya, Kapitra melihat, terbentuknya KAMI perlu dicermati lebih mendalam. Pembentukan KAMI bisa dikatakan sarat kepentingan politis lantaran tuntutan dan aksi yang akan dilakukannya dianggap tidak jelas.
Dia menilai wadah KAMI memiliki tujuan serta maksud yang lain terkait dengan misi penyelamatannya. Yang diperjuangkan oleh para pendiri KAMI tersebut bukan terkait bagaimana mengatasi dampak buruk pandemi covid-19, melainkan lebih pada arah politik akibat buntut kekalahan Pilpres tahun lalu. (OL-13)
Jika pemerintah benar, maka PDIP akan mendukung dan melakukan program tersebut. Namun, jika kurang benar, maka PDIP akan memberikan alternatif solusi
Secara umum dia mengatakan bahwa Megawati ingin supaya partai berlambang kepala banteng itu tetap solid secara organisasi dengan memiliki frekuensi yang sama.
KEKACAUAN politik membayang-bayangi Jepang setelah partai yang berkuasa di Jepang pada hari Minggu (27/10) kehilangan mayoritas di parlemen.
PDI Perjuangan justru lebih bagus ketika menjadi oposisi karena bisa memainkan peran-peran strategis bagi pemerintahan.
KOMISARIS Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia Volker Turk mengecam keputusan Thailand untuk membubarkan partai oposisi Move Forward Party (MFP) dan melarang tokoh-tokohnya berpolitik.
Demokrat anggap baik apabila PDIP pilih jadi oposisi
Memahami perbedaan mendasar antara Super Flu, Influenza, dan Covid-19 bukan hanya soal ketenangan pikiran, tetapi juga tentang ketepatan penanganan medis untuk mencegah komplikasi serius.
GURU Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Dominicus Husada, menilai penularan virus Nipah tidak sebesar kasus covid-19 yang menjadi pandemi.
Secara sederhana, zoonosis adalah penyakit infeksi yang ditularkan dari hewan vertebrata ke manusia.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved