Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
SALAH satu dari 22 tokoh di Indonesia yang dianugerahi tanda kehormatan Bintang Jasa Nararya oleh Presiden Joko Widodo kemarin ialah Ketua Dewan Redaksi Media Group, Saur Hutabarat.
Saur mengungkapkan penghargaan itu bukan kemenangan pribadi, melainkan kemenangan bagi industri pers secara umum. “Saya kira yang paling penting juga dari penghargaan ini bahwa media menjadi faktor yang diperhitungkan untuk menjadi pertukaran pikiran di dalam mengedepankan fakta yang benar,” ujar Saur.
Ia pun tidak lantas berpuas diri karena melihat masih banyak hal yang harus dilakukan media, terutama dalam memerangi berita-berita bohong yang berkeliaran di masyarakat.
Menurut dia, ketika media sosial bermunculan dan berisikan banyak informasi yang belum teruji kebenarannya, jurnalisme harus menjadi barometer kebenaran. “Jika ada ujaran kebencian atau hoaks, masyarakat tahu harus kembali ke kita untuk mencari kebenaran,” tegasnya.
Demi mencapai hal tersebut, kualitas, kapasitas, dan kreativitas pers harus terus dipelihara. Selain itu, konten-konten harus diperkaya yang kemudian diikuti konsistensi.
“Jangan sekarang bagus, besok jelek. Namun, di atas semua itu, kita harus mampu mencapai trust. Jadi, setelah sekian itu, ujungnya ialah trust. Jika pers sudah bisa memberikan rasa percaya, masyarakat dengan sendirinya tidak akan termakan berita bohong,” tegas Saur.
Pria kelahiran Jambi, 3 Januari 1953 itu mengungkapkan sejumlah kompetensi yang harus dimiliki, yakni terus meng asah kreativitas, memperkaya konten media, konsisten, hingga meraih kepercayaan publik. “Masyarakat akan mencari pemberitaan yang profesional, yang kompeten, yang bisa dipercaya untuk dikonsumsi,” tegas Saur.
Ditambahkannya, jurnalisme harus terus menjadi pedoman. “Kalau ada kontroversi, orang mencari apa yang terjadi dengan kontroversi itu, orang mencari fakta dan itu kekuatan kita karena kita sangat menghormati fakta. Di luar pers bisa terjadi kesimpangsiuran, bisa terjadi berita palsu, ujaran kebencian, tapi kita harus bisa menjadi patokan,” tandasnya.
Saur juga mengatakan, selain memerangi hoaks, media juga berperan menjadi tempat bertukar pikiran. “Pertukaran pikiran mengedepankan fakta yang benar sehingga publik, audiens, dan pembaca punya patokan. Saya kira itu ialah bagian dari mencerdaskan publik,” ucap ayah dari dua anak itu. (Pra/X-11)
KONDISI pendidikan di Provinsi Aceh pascabanjir pada November 2025 masih memprihatinkan dan memerlukan pemulihan segera serta terarah.
THE Papandayan Jazz Fest (TPJF) 2025 digelar pada Sabtu dan Minggu (4–5/10) di The Papandayan Hotel Bandung. Tahun ini, festival ini menapaki usia satu dekade.
CEO Media Group, Mohammad Mirdal Akib, mengenang Gubernur Akademi Bela Negara (ABN) Partai NasDem, Mayor Jenderal TNI (Purn.) I Gusti Kompyang (IGK) Manila, y
Turut hadir pula Kepala Biro Humas KPK Yayuk Andriati Iskak, Kepala Bagian Pemberitaan KPK Gumilar Prana Wilga, dan Juru Bicara KPK Tessa Mahardhika.
UKW merupakan keharusan dan keniscayaan bagi jurnalis yang ingin meningkatkan kompetensi dan profesionalitasnya.
MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno beserta jajaran Kemenparekraf, melakukan kunjungan ke kantor Media Group pada Rabu (16/10).
Lilik bercerita, tulisannya mengangkat cerita perjalanan panjang energi. Mulai dari minyak mentah sampai menjadi produk BBM yang ramah lingkungan dan produk gas
WAKIL Menteri Komunikasi dan Digital Angga Raka Prabowo, mengatakan, peningkatan kompetensi jurnalis menjadi hal krusial di tengah gempuran teknologi kecerdasan artifisial (AI).
Di tengah dinamika pendidikan tinggi yang terus berubah, Universitas Terbuka (UT) memperkenalkan wajah baru kepemimpinannya serta arah strategis yang ingin dibangun bersama
Aspek HAM pada Astacita pertama merupakan komitmen yang kuat pemerintahan saat ini untuk membangun peradaban baru.
KETUA Dewan Pers, Komaruddin Hidayat menegaskan bahwa jurnalis memiliki peran penting sebagai penulis sejarah yang dapat mempengaruhi masyarakat dalam memandang dunia.
Pendapat tersebut bukan hanya keliru, tetapi juga mencerminkan sikap abai terhadap hak konstitusional wartawan Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved